Diduga Bunuh Diri, Wali Kota Seoul Tinggalkan Pesan Terakhir



MARTIRNEWS.COM - Kepolisian Korea Selatan (Korsel) menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Wali Kota Seoul, Park Won-Soon, yang ditemukan tewas di area gunung di Seoul.

Kepolisian pun menyelidiki kematian Park dengan prosedur kasus bunuh diri.

Seperti dilansir AFP, Jumat (10/7/2020), jenazah Park (64) ditemukan di area hutan Gunung Bukak, yang berlokasi dekat kediaman resminya di area Seoul pada Jumat (10/7) dini hari.

Dia dilaporkan hilang oleh anak perempuannya sejak Kamis (9/7) sore waktu setempat.

Kepolisian Seoul dalam pernyataannya menyebut tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jenazah Park.

Laporan kantor berita Korsel, Yonhap News Agency, menyebut Park diduga melakukan bunuh diri.

"(Jenazahnya) Tidak menunjukkan tanda-tanda tertentu untuk pembunuhan," ujar seorang pejabat kepolisian setempat yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Yonhap News Agency.

Pejabat kepolisian ini juga menyatakan bahwa penyelidikan atas kematian Park tengah dilakukan sesuai dengan prosedur kasus bunuh diri.

Polisi tengah fokus mencari penyebab kematian Park.

Park yang menjabat Wali Kota Seoul sejak tahun 2011 ini, dilaporkan hilang oleh anak perempuannya pada Kamis (9/7) sore, sekitar pukul 17.17 waktu setempat.

Sang anak menuturkan bahwa ayahnya 'meninggalkan rumah sekitar 4 atau 5 jam lalu' setelah meninggalkan pesan yang terdengar seperti wasiat atau seperti 'kata-kata terakhir. Telepon genggam Park juga dimatikan.

Kepala sekretaris Wali Kota Seoul merilis pesan singkat yang ditinggalkan Park di meja yang ada di dalam ruang belajar di kediamannya.

"Saya meminta maaf kepada semuanya. Saya berterima kasih kepada semua orang yang telah bersama saya sepanjang hidup saya. Saya selalu merasa menyesal untuk keluarga saya, yang hanya saya beri rasa sakit. Tolong kremasi (jenazah saya) dan sebarkan (abu saya) di makam orang tua saya. Selamat tinggal semuanya," demikian bunyi pesan terakhir Park, seperti dilansir Yonhap News Agency.

Sumber: detik

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel