Gandeng Otto Gugat Telkomsel, Denny: Panglima Perang untuk Pertarungan Besar Ini

foto: wartaekonomi

MARTIRNEWS.COM -
 Kasus pencurian Data pribadi pelanggan Telkomsel, Denny Siregar, masih berlanjut.

Denny Siregar sedang menyiapkan langkah untuk menggugat operator telekomunikasi tersebut.

Denny dan Muannas Alaidid sudah menemui Otto Hasibuan di kantor hukum Otto Hasibuan & Associates, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Denny Siregar sudah menunjuk Otto Hasibuan menjadi pengacara dalam memperkarakan Telkomsel.

Denny Siregar mengapresiasi polisi berhasil mengamankan pencuri Data itu yang tak lain karyawan outsourcing GraPARI di Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.

Data kemudian dikirim ke pemilik akun Twitter @Opposite6891 untuk kemudian disebarkan ke publik.

Tetapi Denny Siregar belum puas dengan penangkapan pencuri Data pribadinya.

Dia meyakini untuk membuka Data pribadi pelanggan pada perusahaan provider tidak sembarangan orang bisa melakukannya.

"Ada sesuatu yang besar yang harus kita bongkar, jangan hanya berhenti di CS saja. Outsourcing pulak," kata Denny Siregar melalui akun Twitter-nya.

"Apa yang terjadi pada @Telkomsel harus tidak berhenti hanya di pihak CS outsourcing saja. Kita harus membuka kotak pandora, apa yang sebenarnya terjadi, karena ini menyangkut keamanan 160 juta Data pelanggan. Pihak yang lebih tinggi harus bertanggung jawab, karena mereka lalai dalam menjaga kerahasiaan," Denny Siregar menegaskan.

Dia juga menjelaskan kenapa memilih Otto Hasibuan menjadi lawyer dalam perkara ini.

Masalah ini, menurut dia, membutuhkan orang yang sangat berpengalaman.

"Pertarungan besar membutuhkan kekuatan besar. Dan Prof @ottohsb adalah panglima perang yang tepat untuk pertarungan besar ini. Kalau @jokowi bilang, "Kita bikin rame!" katanya.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono menilai kasus yang dialami Denny Siregar bukan kasus sembarangan sehingga memerlukan perhatian serius.

"Ini bukan kasus sembarangan lho. Bukan persoalan siapa tersangkanya, tetapi anda bayangkan saja, seseorang bisa mencomot Data penting di Telkomsel yang bisa saja untuk kepentingan politik dan tujuan tertentu," katanya melalui pernyataan tertulis.

Menurut Arief, kasus tersebut jangan dilihat sebagai kasus yang biasa-biasa saja karena bukan hanya menyangkut sektor telekomunikasi yang merupakan sektor strategis.

"Banyak juga sektor lain seperti sektor perbankan, energi, dan jasa pelabuhan," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

Kasus tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa anggapan publik selama ini terhadap keamanan sistem informasi dan Data telekomunikasi akan sulit dibobol ternyata salah.

Bahkan, kata dia, dalam hal ini sangat terbuka kemungkinan Data yang dibobol tidak hanya milik Denny Siregar.

"Bisa jadi, percakapan menteri sampai Presiden juga disadap," ujarnya.

Oleh karena itu, Arief menduga dalam kasus Denny Siregar tidak hanya FPH yang akan diproses hukum, dan kemungkinan akan muncul tersangka lain.

Ia mengatakan manajemen Telkomsel harus melakukan screening kepada pegawai yang punya akses dan bertanggung jawab atas semua Data pelanggan Telkomsel.

Hal ini penting, kata dia, untuk memastikan pegawai tersebut tidak tercemar moral buruk dan demi menjaga kerahasiaan pelanggan Telkomsel.

"Saya kira ini juga menjadi pelajaran penting bagi Menteri BUMN yang harus melakukan screening yang dilakukan Badan Intelijen Negara  terhadap para direksi BUMN yang ditempatkan," katanya.

Beberapa waktu yang lalu, Telkomsel menyatakan telah melakukan proses investigasi dan menindaklanjuti kasus dugaan penyalahgunaan Data pelanggan atas nama Denny Siregar yang bocor ke media sosial.

“Kami sangat menyayangkan ketidaknyamanan Denny Siregar sebagai pelanggan atas keluhan yang disampaikan terkait adanya dugaan penyalahgunaan Data pelanggan. Telkomsel berkomitmen memberikan perhatian serius untuk memastikan penanganan keluhan tersebut secara terbuka dan tuntas,” kata Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel Andi Agus Akbar.

Berkaitan dengan itu dan sebagai tindak lanjut atas arahan yang telah disampaikan Kementerian Kominfo, Telkomsel telah melakukan proses investigasi dan menindaklanjutinya dengan mengajukan laporan resmi kepada aparat penegak hukum melalui Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada tanggal 8 Juli 2020.

“Saat ini, kami terus melakukan koordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum, guna membantu kelancaran proses lanjutan atas pelaporan yang telah diajukan, serta mempercayakan sepenuhnya pada proses hukum yang sudah berjalan, sesuai aturan yang berlaku,” ujar Andi.

Sebagai badan usaha, kata dia, Telkomsel akan selalu patuh terhadap peraturan perundangan dan etika bisnis, yang mengacu pada standar teknis dan keamanan yang telah ditentukan bagi kepentingan penyelenggaraan jasa telekomunikasi komersial yang ditetapkan oleh lembaga standarisasi internasional maupun regulasi yang berlaku.

Mengenai keamanan informasi, Telkomsel juga memastikan operasional perusahaan telah berjalan sesuai dengn standar sertifikasi ISO 27001, di mana proses sertifikasi secara berkala ini dilakukan oleh lembaga internasional yang independen dan profesional.

Sumber: akurat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel