Hebat! Prabowo Gagalkan Kontrak Berpotensi Korupsi Hingga 50 Triliun



MARTIRNEWS.COM - Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan keberhasilan kakaknya Prabowo Subianto mengagalkan kontrak yang berpotensi kerugian negara hingga Rp 50 Triliun saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Proyek tersebut kata dia terkait proyek pengadaan alutsista.

Hal itu disampaikannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media untuk menjelaskan soal dirinya diduga terlibat dalam ekspor benih lobster.

Dia mengatakan, dirinya kalau mau korupsi tidak akan bermain di kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melainkan di Kementerain Pertahanan.

"Kalau saya mau korupsi mending di Kementerian Pertahanan, ngapain di lobster. Saya bangga dengan prestasi Prabowo di Kementerian Pertahanan. Dalam dua bulan menjadi menteri ia telah membatalkan kontrak-kontrak alutsista senilai Rp 50 triliun," kata Hashim seperi dikutip dari viva.co.

Ia mengatakan, dirinya ingat betul saat Prabowo menyampaikan hal tersebut di malam tahun baru di Bali.

"Syim, saya batalkan kontrak-kontrak sebesar Rp 50 triliun," kata Hashim menirukan ucapan sang kakak.

Uang tersebut akhirnya dikembalikan Prabowo Subianto ke Kementerian Keuangan.

Hashim bahkan mempersilahkan media untuk mengecek cerita heroik Prabowo tersebut untuk kebenarannya.

"Silahkan cek. Saya kaget, menteri keuangan juga kaget. Kalau saya atau Prabowo mau korupsi, satu persen dari nilai itu (Rp 50 triliun) kami bisa dapat Rp 500 miliar. Kalau mau di situ," kata Hashim.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan keluarga Hashim PT Bima Sakti Mutiara yang berganti nama PT Bima Sakti Bahari masuk dalam daftar puluhan perusahaan yang mendapatkan izin ekspor benih lobster.

Hal ini yang memicu kabar miring keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang mencabut pelarangan ekspor benih lobster.

Sumber: law-justice.co

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel