Inilah Hasil Survei Menteri dengan Kinerja Terendah, Prabowo Urutan Pertama Menteri yang Memuaskan



MARTIRNEWS.COM - Usai viral video Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah saat rapat paripurna kabinetnya, muncul nama-nama menteri di kabinet saat ini yang kinerjanya kurang memuaskan.

Berdasarkan survei yang dirilis lembaga survei Arus Survei Indonesia (ASI), Jumat (19/6/2020) pekan lalu, ada lima menteri yang kinerjanya paling rendah atau tidak terlalu memuaskan menurut responden.

Lima menteri itu antara lain Menteri Kesehatan dr Terawan Agus, Menteri Agama Fachrul Razi, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam survei yang digelar pada 9 – 12 Juni 2020 di 34 provinsi di Indonesia, sebanyak 1.000 responden diberi dua pertanyaan terkait kinerja para menteri.

Yaitu, 'menurut Bapak/Ibu/Saudara, bagaimana kinerja para menteri' dan 'apakah Bapak/Ibu/Saudara setuju jika saat ini dilakukan perombakan/reshuffle kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin?'

Hasilnya, sebanyak 75,6 persen (gabungan sangat setuju dan cukup setuju) publik mengatakan setuju dengan adanya perombakan/reshuffle kabinet Jokowi.

Sementara 16,9 persen (gabungan kurang setuju dan sangat tidak setuju) mengatakan tidak setuju.

Sisanya 7,5 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Masih dari hasil survei lembaga ASI, ada lima besar menteri yang memiliki kinerja memuaskan.

Nama Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto ada di urutan pertama dengan tingkat kepuasan 43,7 persen.

Di bawah Prabowo, ada Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Marsudi dengan angka 38 persen dan disusul Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mohammad Mahfud MD di angka 37,9 persen.

Dua nama menteri terakhir lain yang dinilai kerjanya memuaskan adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmavati.

Sementara itu, ada lima menteri yang kinerjanya paling rendah atau tidak terlalu memuaskan menurut responden.

Kelima menteri ini mendapat tingkat kepuasan di bawah 28 persen.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengancam akan mereshuffle kabinet.

Ancaman itu disampaikan Jokowi saat rapat kabinet.

Presiden awalnya menyebut tidak ada progres yang signifikan dari kinerja sejumlah menteri di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi kemudian menyampaikan ancaman reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja.

Siapa saja menteri yang kinerjanya dinilai paling rendah?

Berikut lima menteri dengan kinerja paling tidak memuaskan versi lembaga survei ASI, sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari situs resminya:

1. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo

Edhy Prabowo menempati paling rendah dalam survei tingkat kepuasan kinerja para menteri.

Politisi Gerindra itu hanya mendapat tingkat kepuasan sebanyak 23,3 persen, sedangkan yang tidak puas ada 58 persen.

Padahal, kolega Edhy Prabowo di Partai Gerindra, yaitu Prabowo Subianto ada di urutan pertama sebagai menteri dengan kinerja paling memuaskan.

"Kalau kita bicara paling bawah ini menarik karena sama-sama Gerindra."

"Yang paling bagus Gerindra ada Pak Prabowo dan paling tidak bagus Gerindra Pak Edhy Prabowo," kata Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an.

Terkait hasil survei ASI itu, Edhy Prabowo meminta maaf kepada masyarakat jika kinerjanya dinilai belum memuaskan.

"Ya terima kasih atas masukannya. Ini buat memacu kami kerja lebih giat lagi," kata Edhy, Jumat (19/6/2020).

Edhy menegaskan terus berusaha meningkatkan kinerja sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Dia tetap berpandangan positif terhadap hasil survei itu.

"Yang jelas, kita terus berusaha membangun sektor ini dengan baik."

"Apa pun masukan, dari mana pun, menurut saya, adalah hal yang positif buat membangkitkan semangat saya untuk melakukan usaha meningkatkan kegiatan, kemajuan," ucap Edhy

Fachrul Razi ikut masuk dalam daftar menteri dengan tingkat kepuasan terendah.

Hanya 23,8 persen responden yang puasa dengan kinerja Menteri Agama dan 24 persen mengaku tidak puas, sedangkan sisanya 22 persen tidak tahu.

Sebelumnya, Fachrul Razi juga masuk dalam daftar lima menteri dengan kinerja terburuk versi lembaga survei IPO pada Februari 2020 lalu.

Di awal menjabat sebagai Menteri Agama, Fachrul Razi berencana melarang pengguna niqab atau cadar untuk masuk ke instansi milik pemerintah.

Selain itu, ia juga mempermasalahkan ASN yang memakai celana cingkrang.

Belum usai dengan kegaduhan tersebut, kebijakan Fachrul Razi yang kembali menuai pro-kontra adalah pemberian surat rekomendasi untuk perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam (FPI).

3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan

Di urutan ketiga, ada nama Luhut Binsar Panjaitan sebagai menteri dengan kinerja tidak memuaskan.

Hanya 26,1 persen responden yang puas dengan kinerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Sisanya, 53 persen mengaku tidak puas dan 21 persen responden tidak tahu.

Luhut Binsar Panjaitan memang bukan orang baru dalam kabinet Jokowi.

Ia selalu masuk dalam daftar pilihan Jokowi untuk mengisi pos menteri, termasuk menjadi pejabat sementara (Plt).

Di periode pertama Jokowi menjabat sebagai presiden, Luhut Binsar Panjaitan menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2015–2016.

Dalam reshuffle Kabinet Kerja Jilid II pada 27 Juli 2016, Luhut diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Di sela-sela menjabat sebagai Menko Kemaritiman, Luhut sempat ditunjuk menjadi pejabat sementara (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Saat Jokowi menjabat presiden untuk kedua kalinya, Luhut kembali dipilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kabinet.

Di tengah perjalanan, Luhut menjadi menteri perhubungan ad interim setelah Menhub Budi Karya dinyatakan positif corona.

4. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly

Tingkat kepuasan responden pada kinerja Yasonna Laoly hanya 27,1 persen.

Sementara 52 persen lainnya mengaku tidak puas dengan kinerja Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu.

Yasonna H Laoly adalah Menteri Hukum dan HAM yang dipertahankan Jokowi di periode keduanya menjabat.

Satu kasus yang membuat Yasonna H Laoly menjadi sorotan adalah kasus suap komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang melibatkan caleg dari PDI Perjuangan, Harun Masiku.

Di kasus ini, Yasonna yang juga kader PDI Perjuangan sempat dituduh merintangi penyidikan terkait simpang-siur keberadaan Harun Masiku yang kemudian dibantahnya.

Sebelumnya, Yasonna Laoly juga masuk dalam daftar menteri yang layak diganti versi survei IPO.

Bahkan Yasonna Laoly berada di urutan pertama menteri yang patut diganti.

5. Menteri Kesehatan, dr Terawan

Baru pertama menjadi menteri, kinerja dr Terawan dinilai tidak terlalu memuaskan bagi responden survei ASI.

Sebanyak 27,5 persen responden puas dengan kinerja Menteri Kesehatan. sedangkan 57 persen tidak puas.

Diketahui, selama pandemi Covid-19, kinerja dr Terawan paling banyak disorot.

Sejumlah elemen masyarakat sipil mengkritik gaya dr Terawan dalam menangani Covid-19.

Mereka menilai, dr Terawan terlalu santai dan menggampangkan masalah.

Mereka pun meminta Terawan mundur dari jabatannya.

Apalagi saat ini, dr Terawan jarang muncul di depan publik.

Tentang Survei ASI

Secara umum, survei yang dilakukan ASI digelar untuk mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja para menteri Jokowi-Maruf Amin.

Survei digelar pada 9-12 Juni 2020 dengan melibatkan 1.000 responden 34 provinsi di Indonesia.

Adapun metode yang dipakai adalah telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Margin of error survei ini +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen..

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel