Patriark Theodore II: Turki Telah Menaruh Duri Besar dalam Kehidupan Antar Umat Beragama




MARTIRNEWS.COM - Patriark Theodore II dari Alexandria, Mesir dalam pernyataannya pada hari Sabtu siang (11/7/2020) waktu lokal, mengatakan bahwa Turki telah menyetujui duri yang besar dalam kehidupan bersama dan lintas agama.

Patriark Theodore II Alexandria dan Seluruh Afrika mengungkapkan soal perubahan status Hagia Sophia.

Hagia Sophia, merupakan monumen Kristen bersejarah di Timur yang kini diubah statusnya oleh Pengadilan Turki kembali menjadi masjid seperti zaman Kekhalifahan Usmani.

"Turki telah menambah duri besar yang ada di dalam hidup damai yang menolong antar-masyarakat dan antar-agama," ungkap Paus sekaligus Patriark Gereja Ortodoks Timur dan Seluruh Afrika itu.

Berikut ini dinyatakan yang diungkap Patriark Theodore II atas status perubahan Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

"Dengan sangat sedih dan prihatin, saya diinformasikan tentang perubahan monumen Kristen paling bersejarah di Timur, Hagia Sophia menjadi masjid.

Tantangan ini mengguncang segalanya dan memperkeruh keadaan yang sudah bermasalah dengan keberadaan wabah virus corona.

Sementara selama periode ini, kita semua harus berjuang bersama secara harmonis, melawan musuh pandemi yang tak terlihat, Turki malah menambah duri besar lain dalam hidup damai antara manusia dan agama.

Sementara itu, kita di Mesir menikmati kebebasan beragama dan hidup berdampingan dalam damai. Presiden Mesir, Abdel Fattah El Sisi memberikan sertifikat kepada kita untuk gereja-gereja Kristen, otoritas politik dan negara di negara kita untuk membebaskan izin kita untuk menjalankan gereja-gereja kita, mendukung mereka, merambah dan memperbagus ...

Di Turki, kita melihat hak-hak beragama dan budaya digunakan untuk tujuan lain, dan di atas segala-galanya, kita lihat sejarah telah diubah dan divisi baru dibuat untuk keperluan pribadi.

Dari kursi Santo Markus, kami berdoa meminta persetujuan akan tetap menang dan kedamaian Allah akan mengatur seluruh dunia! "

Sementara itu, melansir Kantor Berita Athena (ANA), dari Yunani, Uskup Agung Leronymos menyatakan bahwa keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sebagai bentuk penghinaan.

"Instrumentasi agama demi kepentingan politik, geopolitik dan geostrategis menunjukkan 'siapa' yang melakukan.

Ini adalah penghinaan yang tidak hanya diperuntukkan bagi Ortodoksi dan Kekristenan, tetapi juga umum, dan bagi seluruh umat manusia yang beradab, pada setiap orang yang berpikir tanpa memandang agama.

Tapi, percuma hanya menentang atau protes pada sesuatu yang tak bisa dilawan karena itu hanya akan melukai diri kita sendiri, "tandas Uskup Agung itu seraya mengutip salah satu ayat Kisah Para Rasul dari Alkitab.

Sumber: kompas.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel