Terungkap Tugas Baru Rieke Diah Pitaloka setelah Dicopot Baleg, Awasi Kerja Menteri Erick Thohir




MARTIRNEWS.COM - Rieke Diah Pitaloka angkat bicara terkait pencopotan dirinya dari posisi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Menurutnya, pergantian anggota fraksi di posisi pimpinan maupun anggota alat kelengkapan dewan (AKD) merupakan hal biasa.

“Rolling (pergantian) anggota fraksi di pimpinan dan anggota AKD kan hal biasa," kata Rieke lewat keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).

Menurut dia, tugas dari partai dan fraksi di Baleg sudah selesai, karena ada penugasan lain yang tidak kalah penting.

Ditanya tugas baru apa yang menjadi tanggung jawabnya di DPR, Rieke belum mau mengungkapkannya kepada publik.

Pada saatnya, kata dia, masyarakat akan mengetahui tugas yang diberikan partai dan Fraksi PDIP kepadanya.

“Pada saatnya, publik akan tahu juga."

"Pokoknya tugas yang penting dan perlu konsentrasi penuh."

"Cukup berat, mohon doanya dari seluruh rakyat Indonesia. Bismillah,” ujar anggota DPR tiga periode ini.

Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto sbelumnya mengatakan, Rieke Diah Pitaloka diganti dari posisinya sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI untuk fokus di Komisi VI.

Ia mengatakan, Rieke diganti Muhammad Nurdin bukan karena dia melakukan kesalahan.

"Mbak Rieke sementara di Komisi VI full."

"Nah, Mbak Rieke yang fokus-fokus begini," kata Bambang saat jumpa pers di ruangan Fraksi PDIP DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020)..

"Itu clear sudah pernah dibuktikan di lapangan."

"Jadi, jangan pernah ada pikiran Mbak Rieke salah, dihukum, dicopot, itu pikiranmu, you are wrong," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto menjelaskan rotasi pimpinan Badan Legislasi (Baleg) dari Rieke Diah Pitaloka ke Muhammad Nurdin.

Utut mengatakan, alasan Fraksi PDIP melakukan pergantian itu karena Baleg akan penuh dengan tugas-tugas berat, seperti pembahasan RUU Cipta Kerja.

"Kalau kita lihat Omnibus Law sudah mendekati titik-titik yang krusial."

"Selain Omnibus Law tentu saja RUU Haluan Ideologi Pancasila," kata Utut dalam konferensi pers di Ruang Fraksi PDIP, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Menurutnya, dibutuhkan orang yang lebih menguasai banyak bidang seperti halnya RUU Omnibus Law yang menyatukan berbagai undang-undang.

Namun, hal itu bukan berarti menyampingkan kemampuan Rieke Diah Pitaloka.

"Komjen Nurdin dengan latar belakang polisi yang tentu sangat paham, beliau pernah jadi Kapolda dua kali, tugas utamanya mengawal itu."

"Apakah ini berarti Mbak Rieke tidak mampu?"

"Tidak, tetapi ini konsekuensi yang kita harus tingkatkan pasukan intermental sesuai dengan bidangnya," ujarnya.

Utut menambahkan, rotasi atau pergantian di pimpinan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) merupakan hal yang wajar.

Ia mencontohkan pergantian yang baru-baru ini juga dilakukan PDIP, yakni menggeser Hendrawan Pratikno menjadi anggota Panja Baleg.

Sebelumnya, Hendrawan menjabat Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR.

"Kita memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Mbak Rieke Diah Pitaloka."

"Tetapi ini tahapannya ganti orang yang mungkin yang lebih untuk mengawal hal-hal seperti ini."

"Bahkan baru-baru ini ketika Omnibus Law mulai bergerak, Prof Hendrawan Supratikno kita geser dari Wakil Ketua BAKN menjadi anggota biasa untuk memperkuat Omnibus Law."

"Jadi digeser dari Wakil Ketua BAKN menjadi anggota Panja Baleg," sambungnya.

Digeser ke Komisi VI

Fraksi PDIP mencopot posisi Rieke Diah Pitaloka sebagai Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto mengatakan, Rieke untuk sementara waktu ditugaskan fraksi untuk fokus bertugas di Komisi VI.

Hal itu seiring adanya gebrakan dari Menteri BUMN Erick Thohir dalam mengklasterkan perusahaan pelat merah.

"Menteri BUMN melaksanakan pembaruan dengan melaksanakan klaster BUMN," papar Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (9/7/2020).

Menurut Bambang, Rieke nantinya diharapkan fokus mengawasi persoalan klaster BUMN yang telah dibagi-bagi tugasnya kepada wakil menteri BUMN yang berjumlah dua orang.

"Mbak Rieke yang begitu fokus, sudah pernah dibuktikan di lapangan," ujar Bambang.

Oleh sebab itu, Bambang menyebut tidak ada persoalan lain terkait rotasi jabatan alat kelengkapan dewan pada Fraksi PDIP, selain meminta Rieke fokus bekerja sebagai anggota Komisi VI.

"Jadi jangan pernah ada pikiran Mbak Rieke salah, dicopot, itu salah," ucap Bambang.

Sebelumnya, Fraksi PDIP mengganti posisi Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

Posisi tersebut dijabat Rieke Diah Pitaloka dan diganti M Nurdin yang merupakan anggota Komisi III DPR.

"Betul, diganti Pak M Nurdin," kata anggota Baleg Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Namun, Hendrawan tidak mengetahui alasan pergantian tersebut, dan meminta untuk mengonfirmasi kepada pimpinan Fraksi PDIP di DPR.

"Bisa ditanyakan kepada pimpinan fraksi (PDIP)," ucapnya.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel