Viral Cuitan Soal Kondisi Pasien Kanker Membaik karena Hati yang Gembira, Begini Tanggapan Dokter




MARTIRNEWS.COM - Cuitan warganet soal ayahnya yang baru ketahuan terkena kanker, menjadi viral di media sosial.

Ia menyebut, ayahnya yang terkena kanker tidak disarankan menjalani kemoterapi.

Dokter yang merawat sang ayah mengatakan, hati yang gembira menjadi obat yang paling ampuh.

"Bokap baru ketauan kanker, tidak disarankan kemo, lalu nanya ke dokter.

"obatnya apa yang paling ampuh ya?"

3 dokter bergelar profesor jawab:

"hati yang gembira"," tulis akun Twitter @thspcwndrr, Senin (27/7/2020).

Pengunggah melanjutkan, kondisi ayahnya membaik setelah melakukan pengobatan rutin hingga mengontrol emosi.

Namun, akun tersebut mengimbau bahwa kondisi dari setiap pasien itu berbeda-beda.

"Yaudah sambil pengobatan rutin, usaha jaga makan, dia jg berlatih kontrol emosi.

Ada tanda membaik, ternyata memang hati yang gembira itu adalah obat," lanjutnya.

Lalu, bagaimana tanggapan dokter soal cuitan dari warganet itu?

Dokter Umum di RSUD Pandan Arang, Boyolali, dr M Fiarry Fikaris, menyebut pengaruh suasana hati pada kondisi pasien itu masih dalam penelitian.

Dirinya pun mengimbau agar pasien tetap memeriksakan diri ke dokter apapun penyakitnya.

"Sampai saat ini, pengaruh suasana hati masih dalam penelitian dan masih menjadi perdebatan."

"Yang pasti, apapun penyakitnya tetap harus diperiksakan ke dokter," ungkapnya kepada Tribunnews.com melalui pesan singkat, Selasa (28/7/2020).

Menurut Fiarry, suasana hati yang baik bisa saja mempercepat penyembuhan pasien kanker tersebut.

Namun, pasien juga harus melakukan terapi dari dokter yang merawat.

"Suasana hati mungkin saja dapat membantu sugesti positif yang bisa mempercepat penyembuhan," katanya.

"Yang pasti, jangan sampai melalaikan terapi yang sudah diberikan dokter," jelas dia.

Sementara itu, Fiarry tak setuju apabila pasien yang terkena kanker tidak disarankan kemoterapi.

Ia mengatakan, kondisi dari satu pasien tidak bisa digunakan untuk landasan terapi pasien lainnya.

Sebab, kondisi setiap pasien termasuk penyakit kanker itu berbeda-beda.

"Terapi kanker sangat bermacam-macam, salah satunya kemoterapi."

"Yang berhak menentukan terapi adalah dokter yg memeriksa berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang."

"Jadi kondisi atau testimoni satu pasien tidak bisa jadi patokan untuk terapi pasien lain, karena kondisinya berbeda," terangnya.

Dalam utas viral itu, pengunggah juga menyebutkan sejumlah obat herbal yang dikonsumsi ayahnya.

Mengenai hal tersebut, Fiarry berujar obat herbal boleh dikonsumsi oleh pasien kanker.

Namun, pasien juga tetap minum obat atau melakukan terapi dari dokter.

"Herbal-herbal yang disebutkan ini pun masih diteliti efeknya terhadap kanker," katanya.

"Menurut saya, jika ingin konsumsi boleh-boleh saja."

"Tapi jangan sampai konsumsi herbal membuat berhenti minum obat atau terapi dari dokter."

"Karena herbal sifatnya hanya pelengkap dan bukan terapi utama," jelasnya.

Dirinya menambahkan, dukungan dari keluarga terhadap pasien itu sangat penting.

Sehingga, pasien bisa terus semangat selama menjalani terapi.

"Keluarga yang suportif dan mau mendampingi pasien selama menghadapi penyakitnya itu sangat penting."

"Supaya pasien tetap semangat menjalani terapi dan tidak mengalami stres," pungkas Fiarry Fikaris.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel