50 Anggota KKB Papua Sabinus Waker Kocar-kacir Digerebek TNI-Polri, 1 Ditembak Mati, Simak Kronologi nya



MARTIRNEWS.COM - Sekitar 50 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pimpinan Sabinus Waker kocar-kacir digerebek TNI-Polri.

Penggerebekan markas KKB Papua pimpinan Sabinus Waker ini terjadi di kampung Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Senin (26/10/2020) sekira pukul 05.00 hingga 10.00 WIT.

Dalam penggerebekan tersebut, satu anggota KKB Papua terpaksa ditembak mati oleh TNI-Polri.

Berikut kronologinya dilansir dari Kompas TV dan Tribunnews (grup SURYA.co.id).

1. Lakukan pengintaian

Menurut Kepala Penerangan Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa, kronologinya berawal saat TNI-Polri melakukan pengintaian lokasi sejak Rabu (21/10/2020).

Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel 'Markas KKB di Distrik Sugapa Digerebek Tim Gabungan TNI-Polri'

Dari pengintaian tersebut, petugas kemudian mengidentifikasi salah satu honai yang diduga kuat sebagai salah satu markas KKB Papua.

Hal itu juga diperkuat dengan adanya informasi masyarakat jika KKB Papua kerap meminta jatah dana satu desa yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum desa.

2. Hadapi 50 anggota KKB Papua

Penggerebekan pun dilakukan pada Senin (26/10/2020) sekira pukul 05.00 hingga 10.00 WIT.

TNI-Polri menghadapi sekitar 50 anggota KKB Papua bersenjata.

"Pada saat kontak senjata, ada 50 orang bersenjata diduga KKB melakukan perlawanan terhadap tim gabungan TNI-Polri.

Sehingga tim mengambil tindak tegas dan terukur," ucap Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiono dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2020).

3. Satu orang ditembak mati

Adapaun seorang anggota KKB Papua terpaksa diambil tindakan tegas bernama Rubinus dan Hermanus Tipagau berhasil ditangkap.

"Seorang anggota KKB Papua yang meninggal dunia terlibat dalam penembakan tim TGPF beberapa waktu lalu sesuai melakukan olah TKP," jelasnya.

4. Langsung dimakamkan

Suriastawa menyatakan, setelah penindakan tersebut, petugas memakamkan jenazah Rubinus di lokasi.

"Atas permintaan pihak keluarga, anggota KKB Papua yang tewas dikubur di tempat.

Tim Gabungan TNI- Polri membantu menggali kubur. Saat pemakaman, pihak keluarga mengakui bahwa korban selama ini aktif dalam aksi KKB Papua," ucap dia.

Dalam penindakan ini, petugas berhasil mengamankan beberapapanah dan anak panah, senjata tajam parang, satu pucuk senjata rakitan, dokumen struktur organisasi KKB Papua Kodap VIII Kemabu Intan Jaya, uang tunai Rp. 69.000.000, dan dua unit handphone.

5. Seorang anak terluka

Selain mengamankan dua orang dan menewaskan satu orang, akibat penindakan ini, seorang anak bernama Meinus (6 th) mengalami luka di bagian pinggang kiri akibat rekoset.

Meinus kemudian dievakuasi ke Bandara Bilorai, Intan Jaya, selanjutnya ke Timika untuk perawatan medis lebih lanjut, didampingi dua orang keluarganya.

6. Daftar aksi keji KKB Papua Sabinus Waker

Kelompok KKB Papua pimpinan Sabinus Waker memiliki catatan kriminal di wilayah Papua.

Seperti dilansir dari Tribunnews dalam artikel 'Satgas Nemangkawi Terlibat Kontak Senjata di Intan Jaya, 1 KKB Tertembak Mati'

Mereka pernah melalukan penyerangan terhadap anggota Brimob pada tahun 2015.

Kelompok ini juga dikenal kerap melakukan perampasan terhadap warga di kawasan Kampung Banti, Distrik Tembagpura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kelompok yang menamakan diri Kemabu ini diduga juga telah merekrut remaja Papua bahkan yang masih di bawah umur.

Menurut Awi, satgas gabungan TNI-Polri tidaklah menyasar anak di bawah umur dalam operasi menangkap separatis seperti yang dipropagandakan oleh akun medsos KKB Papua.

"Kelompok ini telah meracuni pikiran remaja Papua, merekrut serta mempersenjatai mereka dengan tujuan sebagai tameng hidup agar mudah melarikan diri," tandasnya.

Oknum TNI dan Brimob Jual Senjata ke KKB Papua

Pantas saja teror di wilayah Papua tak kunjung selesai hingga hari ini, ternyata ada oknum dari TNI dan kepolisian diduga menjual senjata api ke KKB Papua.

Teror dari KKB Papua menyebabkan banyak warga sipil dan anggota TNI-Polri yang bertugas di wilayah tersebut kehilangan nyawa.

Sc:Kompas

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel