Ahok Harus Turunkan Tim Audit, Bongkar Proyek Jaringan Pipa Minyak Blok Rokan, Ada Apa dengan PGN dan Isargas?


MARTIRNEWS.COM - 
Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok diminta menurunkan tim investasi dan komite audit untuk menelisik transparansi proyek pembangunan jaringan pipa minyak Blok Rokan. 

Pasalnya, proses pengerjaan jaringan pipa minyak sepanjang 360 kilometer itu mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan.

Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) mengatakan, proses pengerjaan Blok Rokan molor selama satu bulan karena belum disetujui oleh Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Padahal, keputusan final investasi telah ditetapkan, yakni 75 persen PT Pertamina Gas (Pertagas) dan 25 persen PT Rukun Raharja Tbk.

"Final Investment Decision (FID) sudah clear, 75 persen Pertagas dan 25 persen Rukun Raharja," kata Yusri dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).

Yusri menduga, di balik rumitnya seleksi Blok Rokan disebabkan PGN menginginkan PT Isargas mendapatkan bagian dalam pengerjaan proyek Blok Rokan dengan mengambil jatah Pertagas sebesar 24 persen. Padahal, ungkap Yusri, dalam beauty contest, Isargas hanya mendapatkan skor 37,87 dari 100 dan berbeda jauh dengan Rukun Raharja yang mendapat skor 74,36 dari 100.

Turunkan tim audit

Untuk itu, Yusri meminta, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama untuk berani menurunkan tim investasi dan komite audit yang berada di bawah kewenangan Dewan Komisaris guna menelisik semua informasi yang berkembang agar bisa ditertibkan.

"Jangan takut untuk berani mengeluarkan kartu merah bagi siapapun yang ditemukan terlibat membuat kebijakan investasi yang menguntungkan orang lain dan merugikan Pertamina pada akhirnya," tegas Yusri dikutip Kontan.

Seperti diketahui, pelaksana proyek pembangunan jaringan pipa minyak Blok Rokan adalah Pertagas. Untuk mengerjakan proyek pipa Blok Rokan, Pertagas menujuk kontrakh7tor PGN Solution (PGASOL) selaku anak usaha PGN dan PT Pertamina Patra Drilling Contractor (PDC).

Untuk pengadaan barang dan material pipa, Pertagas melibatkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Sementara dari pabrikan pipa, Pertagas menunjuk konsorsium PT KHI Pipe Industries-PT Bakrie Pipe Industries dan konsorsium PT Indal Steel Pipe.

Anehnya, meskipun proyek pipa sudah jalan dan kontraktor sudah terpilih, sampai saat ini Pertagas belum memiliki mitra menggarap proyek pipa Blok Rokan. Padahal, di tahapan Final Investment Decision (FID), Pertagas diputuskan akan memiliki mitra untuk menggarap proyek pipa Blok Rokan.

Catatan saja, pelaksanaan proyek pipa Blok Rokan menjadi salah satu fokus utama jelang alih kelola dari Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina pada Agustus 2021 mendatang.

Sc:Bizlaw

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel