Dalang Kericuhan Demo Tolak UU Omnibus Law di Batubara Ditangkap Polda Sumut


MARTIRNEWS.COM - 
Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap satu orang tersangka yang diduga dalang kericuhan dari unjuk rasa tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Batubara.

 Tersangka berinisial ASL (28) merupakan pimpinan aksi unjuk rasa demo yang menyebabkan Kasat Sabhara Polres Batubara terluka akibat lemparan batu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, ASL diamankan karena diduga sebagai provokator dalam aksi yang berakhir ricuh tersebut. 

Dalam orasinya, ASL menghasut massa agar bertindak anarkis hingga melukai petugas yang mengamankan jalannya aksi.

"Saat ini satu tersangka inisial ASL yang menjadi provokator aksi demo yang berujung anarkis sudah kami amankan. Penyelidikan juga terus berlanjut terhadap tersangka yang belum tertangkap," ujar Tatan, Sabtu (17/10/2020).

Dia menerangkan, tersangka ASL diamankan di Jalan Riwayat Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak Deliserdang, Jumat (16/10/2020).

"Selain tersangka, petugas menyita barang bukti berupa satu unit handphone Androi Xiaomi Redmi 5A warna silver dan satu simcard yang melekat," ucapnya.

Pada unjuk rasa di depan gedung DPRD Batu Bara, Senin (12/10/2020) yang semula berlangsung tertib akhirnya berubah menjadi anarkis setelah massa dilarang masuk.

 Massa yang emosi kemudian bertindak anarkis dengan memaki petugas hingga melempar ratusan batu dengan ukuran besar dan kecil.

Akibatnya, batu yang dilempar massa ke arah petugas di dalam halaman gedung dewan mengenai Kasat Shabara Polres Batu Bara AKP DP Sinaga hingga terluka di bagian kepala.

Pascakejadian tersebut, Polres Batubara juga telah menahan 7 tersangka yakni Suh (44) warga Desa Simpang Gambus Kecamatan Lima Puh, A (20) warga Desa Sipare-pare Kecamatan Air Putih, F (23) warga Desa Bandar Sono Kecamatan Nibung Hangus. Kemudian S (23) warga Desa Kuala Tanjung Kecamatan Sei Suka, AG (40) warga Blok X Desa Pamatang Cengkring Kecamatan Medang Deras, JS (20) serta BDP (20) warga Kabupaten Simalungun.

Sc:inews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel