Denny Siregar Ingatkan Anies Soal UU Ciptaker: Jangan Main Politik, Wan!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (foto:akurat)


MARTIRNEWS.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar ingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar tidak bermain politik dalam insiden demo penolakan UU Cipta Kerja.

"Jangan main politik, wan. UU Ciptaker sudah selesai, sudah disahkan. Gak perlu merasa mewakili semua Gubernur untuk kepentingan," kata @Dennysiregar7 di Twitter, Sabtu (10/10/2020).

Denny Siregar juga mengingatkan Anies Baswedan untuk mengawal UU Cipta Kerja dengan benar.

"Itu amanat supaya negeri ini maju kedepan," kata dia.

Denny Siregar mengatakan demikian setelah mengetahui Anies Baswedan berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat saat rapat gubernur seluruh Indonesia.

Ia menyatakan bahwa aspirasi seluruh komponen harus dihargai, tidak hanya Jakarta tapi juga di seluruh daerah.

“Aspirasi semua disampaikan dan insyallah besok akan kita teruskan. Semua aspirasi yang tadi disampaikan akan diteruskan. Besok (Jumat 9/10/2020), akan ada rapat semua Gubernur, besok akan kita teruskan,” kata Anis Baswedan pada Kamis (8/10/2020).

Sebagaimana diketahui, demo penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja terjadi di sejumlah daerah dan tidak hanya di Jakarta.

Massa yang melakukan demo berakhir dengan anarkis karena merusak fasilitas umum.

Anies Baswedan mengaku pihaknya sudah menghitung kerugian akibat fasilitas Transjakarta yang dirusak massa buntut unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja yang berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020).

Sejauh ini, kata Anies, pihaknya mencatat sebanyak 20 halte Transjakarta yang tersebar di berbagai wilayah yang menjadi sasaran amuk massa. Beberapa diantaranya bahkan dibakar. 

"Sejauh ini ada 20 halte yang rusak," kata Anies saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (9/10/2020).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mengukur kerusakan pada setiap halte Transjakarta untuk segera dilakukan perbaikan.

Anies belum bisa menargetkan waktu untuk menuntaskan perbaikan halte-halte ini. Namun yang jelas kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah.

s: akurat.co.id

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel