Dulunya 'Tameng' Jokowi dan Keluarga, Jenderal TNI Bintang Satu Kini Dipecaya Jadi Danjen Kopassus

Brigjen TNI Mohammad Hasan


MARTIRNEWS.COM - Brigjen TNI Mohammad Hasan menerima serah terima jabatan menjadi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus

Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin upacara serah terima jabatan perwira TNI AD yang telah berlangsung di Mabes AD.

Terdapat beberapa jabatan yang akan mengalami perubahan, salah satunya posisi Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.

Sebelumnya Brigjen TNI Mohammad Hasan menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), kini mendapat kepercayaan untuk mengemban tugas menggantikan Pimpinan sebelumnya.

Pemimpin sebelumnya yakni Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa yang kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Pangdam XVIII/Kasuari Papua Barat.

Dalam menjalankan peran baru sebagai Danjen Kopassus, lulusan Akmil tahun 1993 ini akan meneruskan dan mengembangkan program yang sudah dijalankan Pimpinan sebelumnya. Selain itu, ia akan lebih memperhatikan kesehatan para prajuritnya.

“Kemampuan yang sudah dimiliki dan dibekali saat masuk Kopasus tetap dipelihaera dan para Prajurit Kopassus harus memelihara kemampuan yang dimiliki, baik fisik atau cara berpikir agar menjadikan mereka kuat dan professional,” ujar Brigjen TNI Mohammad Hasan.

Keberhasilan karier militernya tak lepas dari peran keluarga, terutama istrinya yang selalu setia mendampingi.

Istrinya selalu menjaga ketenangan dalam rumah tangga dan memperhatikan kesehatan keluarga agar suaminya dapat fokus menjalankan tugas mengabdi untuk negara.

" kita harus menaga ketenangan dan kesehatan, mudah mudahan semua kerjanya aman dan bagus," ujarnya.

Siapa Brigjen Mohammad Hasan?

Brigjen Mohammad Hasan ini kelahiran Bandung 13 Maret 1971.

Pengangkatan Hasan menjadi Danjen Kopassus dapat dibilang sangat ideal.

Sebab, Hasan memiliki segudang pengalaman di dalam belantika pasukan elite tertua Tanah Air tersebut.

Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1993 itu tercatat pernah menjadi Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus hingga Kasi intel Grup 1/Para Kopassus.

Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur pada 2011 hingga 2013.

Setelah kembali ke Kopassus dan menjabat sebagai Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus, karier Hasan perlahan merangkak naik.

Hal itu terbukti dengan dipercayainya sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura pada 2013 hingga 2014.

Suami Rahmalia itu pernah menjabat sebagai Asrena Paspampres pada 2014-2016.

Selanjutnya, Hasan pernah mengemban jabatan sebagai Komandan Grup A Paspampres pada 2016-2018.
Perlu diketahui, Grup A Paspampres adalah satuan jajaran Pasukan Pengamanan Presiden.

Tugas Paspampres Grup A adalah melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat terhadap Presiden beserta keluarganya. Tak lain menjadi tamengnya Jokowi dan keluarga.

Artinya, Hasan bertugas mengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.

Lepas dari Paspampres, ia diangkat sebagai Komandan Korem 061/Surya Kencana lalu Wakil Komandan Kopassus.

Saat menjabat sebagai Komandan Korem 061/Surya Kencana, Hasan dan prajurit TNI lainnya pernah membantu proses evakuasi tanah longsor di Cijeruk, Bogor pada 2018.

Dalam wawancara bersama TVOne, Hasan mengungkapkan sejumlah kesulitan saat mengevakuasi korban tertimbun longsor di Cijeruk.

"Kesulitannya dari kondisi tanah dan material yang turun dari tempat longsor."

Selama menjalani penugasan militer, ia pernah terjun dalam Operasi Timor Timur pada 1995, Operasi Irian Jaya pada 1999, hingga Operasi Memangkas pada 2019.

Hasan pernah terlibat dalam penugasan di luar negeri, misalnya China, Malaysia, Jepang, Prancis, Yunani dan Vietnam.

Kemudian di Turki, Belgia, Amerika Serikat, Jerman, Filipina, Rusia, India, Korea Selatan, Belanda, Laos, dan Australia.

Di luar pergulatannya sebagai pasukan TNI, Hasan tercatat mempunyai karya buku berjudul Catatan 02.

Karya tersebut ditulisnya saat menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus.

Jendral Hasan juga meraih Brevet anti teror dari satuan 81 kopasus pada Kamis (24/9/2020).

Brevet Anti Teror merupakan tanda kemahiran, kehormatan, pengabdian, tanggung jawab atau kualifikasi yang diberikan oleh Korps atau Angkatan kepada seseorang atas usaha dan jerih payahnya untuk mengikuti pendidikan dan latihan pada bidang Anti Teror.

Brevet itu disematkan langsung oleh Wadansat 81 Kopassus Letkol Inf Wimoko kepada Hasan.

Sebelum disematkan Brevet Anti teror, Hasan mengikuti serangkaian materi kegiatan yaitu serbuan unit yang merupakan tradisi Satuan 81 Kopassus.

s: tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel