Gus Nur Ditangkap, Fadli Zon: Penangkapan Seperti Ini Mirip Zaman Penjajahan



MARTIRNEWS.COM - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyoroti penangkapan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur karena dianggap menyebar informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan penghinaan.

Fadli tampak menyayangkan penangkapan Gus Nur. Pasalnya, Gus Nur ditangkap di kediamannya usai menghadiri pengajian di Kota Malang. Saat ditangkap Gus Nur tengah menjalani terapi bekam.

"Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu," kicau Fadli Zon menggunakan akun Twitter @fadlizon, Sabtu (24/10/2020).

Gus Nur ditangkap atas laporan polisi bernomor LP/600/X/2020 Bareskrim tertanggal 22 Oktober 2020. Gus Nur dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE, ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

"Harus ada yang mendata dan mencatat bahkan membukukan sudah berapa banyak orang ditangkap karena UU ITE yang diinterpretasikan seperti ini. Jelas ini penistaan terhadap konstitusi, demokrasi dan hak asasi manusia," kata Fadli.

Sebelum itu, Direktur Eksekutif Energi Watch Ferdinand Hutahaean mengapresiasi gerak cepat polisi dalam menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.

Ferdinand menilai masyarakat bisa mengambil pelajaran atas kasus Gus Nur dengan tidak menyebar fitnah.

"Terima kasih POLRI atas kerja cepatnya. Semoga Gus Nur bisa berkaca bahwa yang dia lakukan dan ucapkan adalah fitnah," kicau Ferdinand menggunakan akun Twitter @FerdinandHaean3, Sabtu (24/10/2020).

Mantan politikus Partai Demokrat itu lantas mendesak polisi untuk menangkap pakar hukum tata negara Refly Harun. Dia menyebut Refly lewat akun media sosialnya ikut menyebar informasi tidak benar dari Gus Nur.

"Saya berharap POLRI juga memproses hukum Refly karena akun medsosnya menjadi penyebar informasi fitnah dan kebencian Gus Nur. @DivHumas_Polri," pungkasnya.

Barekrim Polri menangkap Gus Nur di Malang pada Sabtu (24/10/2020) pukul 00.00 WIB atas laporan Nahdhatul Ulama.

"Benar (Gus Nur ditangkap)," ujar Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo kepada wartawan.

Sebelumnya, Gus Nur membuat pernyataan kontroversial ketika berbincang dengan Refly Harun. Dia menganalogikan NU merupakan bus yang sopir, kernet hingga penumpangnya tidak beres.

"Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat berubah. Saya ibarat NU sekarang seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. 

Perokok juga, nyanyi juga, buka aurat juga, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu enggak ada sekarang ini," kata Gus Nur dalam tayangan di Channel Youtube Refly Harun pada Senin, (19/10/2020).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel