Ilmuwan Israel Berhasil Ciptakan Jantung 3D Menggunakan Sel Manusia

Ilmuwan Israel memamerkan jantung cetak 3D pertama di dunia (foto: reuters)


MARTIRNEWS.COM - Tim ilmuwan Israel mencetak jantung utuh 3D yang terbuat dari sel manusia. Temuan itu diklaim sebagai yang pertama di dunia.

Dilansir dari NBC News, jantung yang tak berdetak ini hanya seukuran jantung kelinci, sehingga terlalu kecil digunakan pada manusia. Meski begitu, organ mini ini dianggap sebagai kemajuan besar dalam upaya berkelanjutan untuk menemukan pengobatan baru pada penyakit jantung.

Saat ini, transplantasi jantung menjadi satu-satunya pilihan yang baik untuk penderita gagal jantung akut. Namun, organ donor tersebut sangat sedikit, sehingga rata-rata 18 warga Amerika Serikat (AS) meninggal setiap hari sebelum mendapatkannya. Itu sebabnya dibutuhkan kemampuan mencetak jantung 3D untuk manusia guna membantu menyelamatkan banyak nyawa.

"Mungkin, dalam 10 tahun, akan ada pencetak organ di rumah sakit terbaik di seluruh dunia dan prosedur ini akan dilakukan secara rutin," harap Tal Dvir, peneliti di Sekolah Biologi Sel Molekuler dan Bioteknologi Universitas Tel Aviv sekaligus kepala tim ilmuwan yang mencetak jantung itu.

Makalah penelitian ini akan diterbitkan di jurnal Advanced Science pada Senin (12/10).

Sebelumnya, para ilmuwan mampu mencetak 3D struktur jantung, tetapi kekurangan sel atau pembuluh darah. Jantung 3D yang baru ini telah berisi sel, pembuluh darah, bilik, dan struktur lain yang dibutuhkan agar berfungsi normal.

Untuk membuatnya, Dvir dan timnya mengambil jaringan lemak dari pasien dan mengubah sel lemak menjadi sel induk. Kemudian, ditambahkan gel dan diproses lebih lanjut sampai berubah menjadi sel jantung. 'Bioink' yang mengandung sel pun ditambahkan ke pencetak 3D dan digunakan untuk membangun organ percobaan lapis demi lapis.

Menurut Tal, timnya kini perlu mencari cara untuk 'mengajarkan' jantung cetak 3D itu agar berfungsi secara normal. Kemudian, organ tiruan tersebut dipindahkan ke tikus melihat seberapa baik fungsinya. Para ilmuwan juga akan mengeksplorasi kelayakan pencetakan jantung 3D yang lebih besar dengan tujuan akhir menciptakan jantung manusia yang berfungsi.

Namun, ini mungkin lebih sulit daripada penjelasannya.

"Ada banyak pertanyaan dan kendala teknis yang perlu dijawab," komentar James Yoo, profesor di Institut Pengobatan Regeneratif di Wake Forest School of Medicine, North Carolina.

Menurut Yoo, tidak jelas apakah jantung tercetak semacam ini dapat menahan aliran darah dengan tekanan tinggi atau struktur cetakan akan tetap stabil setelah diimplan di dalam tubuh. Ia juga mengkhawatirkan kelayakan proses manipulasi seluler yang kompleks dalam pembuatan bioink. Meski begitu, Yoo menyebut jantung ini sebagai kemajuan besar dalam bidang 'bioprinting'.

Sementara itu, Doris Taylor, direktur penelitian pengobatan regeneratif di Institut Jantung Texas memuji para ilmuwan Israel yang dianggapnya mendorong kemajuan pengobatan regeneratif. Namun, ia menolak menyebut jantung yang dicetak 3D itu sebagai terobosan besar.

"Organ bioartifisial yang berhasil ditanamkan pada manusia memang akan menjadi terobosan medis besar. Langkah mereka mengarah pada terobosan itu, tetapi belum sampai ke sana," ungkapnya.


s: akurat.co

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel