INILAH Kekayaan Ari Askhara, Eks Bos Garuda yang Didepak Erick Thohir, Kini Nasibnya Makin Miris

Koleksi barang mewah Ari Askhara, mulai arloji seharga Rp 7 miliar, mobil mewah hingga rumah

MARTIRNEWS.COM - Mantan Direktur Utama atau Dirut Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, kini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyelundupan yang dilakukannya.

Ya, Ari Askhara terlibat penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda mewah Brompton dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Lalu berapa kekayaan mantan bos Garuda Indonesia itu, Tribunjambi,com melansir Kompas.com soal kekayaan Ari Askhara.

Data ini merupakan data sebelum Ari Askhara ditetapkan jadi tersangka oleh KPK.

Berdasar pengumuman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LKHPN), Ari Askhara memiliki kekayaan total mencapai Rp 37,5 miliar.

Laporan tersebut disampaikan pada 31 Desember 2018 lalu.

Ari Askhara terbilang rutin melaporkan harta kekayaannya.

Semenjak bergabung di jajaran direksi Garuda Indonesia, ia sudah empat kali melaporkan.

Tiga laporan sebelumnya disampaikan Ari Askhara pada 2015, 2016, dan 2017.

Pertama kali Ari Askhara melaporkan harta kekayaan tertanggal 12 Februari 2015 dengan kekayaan mencapai Rp 14,9 miliar.

Laporan kedua tertanggal 13 Desember 2016, kekayaan mencapai Rp 24,4 miliar.

Laporan ketiga tercatat tanggal 31 Desember 2017, dengan kekayaan mencapai Rp 29,3 miliar.

Data Harta

Ari Askhara memiliki delapan tanah dan bangunan yang berada di beberapa daerah.

Tercatat, ia memiliki tanah dan bangunan di Bogor, Bekasi, dan Jakarta Timur.

Sementara itu tanah yang dimilikinya berada di Bogor, Buleleng, Gianyar, dan Denpasar.

Total tanah dan bangunannya mencapai lebih dari Rp 23 miliar.

Sementara itu untuk alat transportasi dan mesin yang dimilki, Ari Askhara tercatat memiliki tiga buah mobil.

Tiga mobil tersebut adalah Pajero Sport Jeep 2012, Sedan Mazda 2017, dan Minibus Lexus 2016.

Totalnya mencapai lebih dari Rp 1,3 miliar.

Sementara itu, harta bergerak lain tercatat senilai Rp 95 juta.

Sedangkan untuk kas dan setara kas, Ari Askhara memiliki lebih dari Rp 10,4 miliar.

Harta lain tercatat senilai dari Rp 2,38 miliar.

Sementara itu Ari Askhara tercatat tidak memiliki utang.

Berikut rinciannya:

Tanah dan Bangunan : Rp 23.275.000.000

Alat Transportasi dan Mesin : Rp 1.370.000.000

Harta Bergerak : Rp 95.000.000

Kas dan Setara Kas : Rp 10.441.339.665

Harta lainnya : Rp 2.380.000.000

Total Harta Kekayaan : Rp 37.561.339.665

Sosok I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara kini menjadi perbincangan hangat karena jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Pencopotan jabatan Ari Askhara dari Dirut Garuda Indonesia ini, akibat dugaan kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Berdasarkan jejaknya, pria kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1971 ini sedang berada di puncak kariernya saat terlibat masalah ini.

Perjalanan karier Ari Askhara sebelum dicopot dari Dirut Garuda bisa dikatakan mulus.

Seperti yang dimuat Kompas.com. ia berhasil menempati kedudukan sebagai Dirut Garuda Indonesia pada September 2018.

Kala itu, ia tunjuk langsung oleh Rini Soemarno yang kala itu menjabat sebagai Menteri BUMN.

Sebelum itu, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra ini juga menempati posisi strategis di Garuda Indonesia.

Ari Askhara sudah menduduki jajaran direksi pada 2014.

Diketahui, Ari Askhara sempat menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelindo III. Kemudian, menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia.

Namun, kini kariernya yang sedang berada di puncak justru terancam hancur.

Ia disebut ketahuan melakukan penyelundupan yang melibatkan banyakn pihak di Garuda Indonesia.

Masih dilansir dari sumber yang sama, berdasarkan penuturan Menteri BUMN Erick Thohir, Ari Askhara disebut memberikan instruksi untuk mencari motor Harley Davidson klasik keluaran 1972.

Hal itu disebut dilakukan Ari Askhara sejak 2018.

Tak hanya itu, disebutkan pula transfer dana ke rekening pribadi Finance Manager Garuda Indonesia berinisial IJ atau yang bernama lengkap Iwan Joeniarto, di Amsterdam.

Akibatnya, total kerugian negara akibat masalah itu mencapai Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Disebutkan ada 18 kotak yang ada ditemukan di lambung pesawat baru Garuda Indonesia tipe tipe Airbus A330-900 NEO.

Kemudian, disebutkan hasil pemeriksaan disebutkan harga motor Harley Davidson tahun 1972 itu Rp 800 jutaan.

Awal Mula Ketahuan Selundupkan Harley Davidson

Terungkapnya kasus tersebut bermula ketika Petugas Bea dan Cukai menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF).

Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan, barang-barang tersebut ditemukan saat petugas melakukan pengecekan di hanggar pesawat milik PT GMF di kawasan Bandara Soekarno Hatta pada Minggu (17/11/2019) lalu.

Menurut Deni, saat itu pesawat tersebut baru datang dari pabrik Airbus di Prancis. Kedatangan pesawat itu telah diberitahukan oleh Garuda Indonesia kepada Bea dan Cukai.

“Pesawat tersebut mengangkut 10 orang kru sesuai dokumen general declaration crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen passenger manifest,” ujar Deni kepada Kompas.com, Selasa (3/12/2019).

Deni menambahkan, pesawat tersebut juga telah meminta izin untuk mendarat di hanggar milik PT GMF.

Pendaratan pesawat di hanggat PT GMF dilakukan khusus untuk keperluan seremoni.

Sebab, pesawat tersebut bertipe baru dan belum pernah dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

“Dalam permohonan izin yang disampaikan, PT Garuda Indonesia juga meminta kepada Bea Cukai untuk melakukan proses kegiatan pemeriksaan kepabeanan saat pesawat tiba,” kata Deni.

Deni menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pesawat tersebut pada bagian kabin cokpit dan penumpang tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan.

Selain itu, juga tidak ditemukan barang kargo lain seperti yang dilaporkan pihak Garuda Indonesia.

“Namun pemeriksaan pada lambung pesawat (tempat bagasi penumpang) ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang,” ucap dia.

Deni melanjutkan, setelah ditemukan, petugas langsung membongkar koper dan boks-boks tersebut.

Saat koper diperiksa, hanya ditemukan barang-barang pribadi milik penumpang.

“Namun, saat pemeriksaan 18 boks tersebut ditemukan 15 koli claim tas atas nama SAW berisi part motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai,” ujar Deni.

Petugas juga menemukan 3 koli claim tag atas nama LS berisi dua unit sepeda Brompton kondisi baru beserta asesoris sepeda lainnya.

“SASdan LS merupakan penumpang dari pesawat tersebut. Saat ini proses penelitian lebih lanjut sedang dilakukan terhadap pihak ground handling dan penumpang yang bersangkutan,” kata Deni.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengungkapkan, motor Harley Davidson yang diselundupkan Garuda Indonesia adalah motor bekas.

Hal tersebut juga dilihat dari suku cadang motor dan beberapa sparepart yang terlihat sudah usang.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan, seharusnya motor gede (moge) tersebut dilarang untuk diimpor.

"Moge ini adalah moge bekas yang dari si aturan jelas-jelas tidak boleh diimpor. Dan saya kira penumpang di pesawat itu tentunya kita anggap orang yang paham mengenai masalah bagaimana mendatangkan barang-barang dari luar ke dalam teritori Indonesia," ujar dia ketika memberi paparan kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Impor barang bekas telah diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 76 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB).

Merujuk pada lampiran Permendag tersebut, kode HS untuk onderdil moge yang didapati tersebut , yaitu kode 87.11, tidak terdapat dalam daftar BMTB yang diizinkan untuk diimpor oleh pemerintah.

s: tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel