Jika Ditangkap, Din Syamsuddin Sudah Siap Koper Isi Pakaian : Saya Sudah Selesai dengan Dunia


MARTIRNEWS.COM - 
Penangkapan sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menuai pro dan kontra.

Tercatat ada sembilan tersangka ditangkap di Medan dan di Jakarta.

 Terdiri dari lima pria dan empat perempuan. Mereka mengenakan baju tahanan berwarna oranye. 

Tangannya pun diborgol. Seperti tahanan kriminal!

Para tersangka yang berada di barisan depan tersebut di antaranya Ketua KAMI Medan Khairi Amri (KA), dan petinggi KAMI Syahganda Nainggolan (SN), Jumhur Hidayat (JH) dan Anton Permana (AP).

Tersangka lainnya juga ikut dipamerkan. Yaitu Juliana (JG), Novita Zahara S (NZ), Wahyu Rasasi Putri (WRP) Kingkin Anida (KA) dan Deddy Wahyudi (DW) admin akun @podo_ra_dong.

Penangkapan sejumlah aktivis menuai pro kontra mulai dari perlakukan aparat polisi terhadap aktivis yang ditangkap banyak di kecam di media sosial.

Mulai cara penangkapan sampai perlakukan terhadap mereka yang berbeda pemikiran dengan pemerintah.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin pun mengaku sudah siap jika sewaktu waktu ia ditangkap polisi.

Bahkan ia tak gentar karena menyatakan dirinya sudah selesai dengan urusan dunia.

Melansir PWMU.CO, Din Syamsuddin ketika ditanya perihal kondisinya hanya menjawab singkat, “Insya Allah (aman).”

Ia tak khawatir jika harus ditangkap.

“Alhamdulillah saya sudah selesai dengan dunia. Karena perjuangan ini diniatkan lillah. Maka saya bertawakkal ‘alallah. Saya sudah siapkan koper berisi pakaian, al-Quran dan beberapa buku, jika suatu waktu saya ditangkap bahkan ditahan,” kata mantan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jumat (16/10/2020)

Din Syamsuddin mengkritisi penangkapan yang dilakukan polisi terhadap sejumlah tokoh KAMI dan aktivis yang dianggap kritis terhadap pemerintah.

Kritik disampaikan Din Syamsuddin bersama sejumlah tokoh KAMI dan akademisi mendatangi gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020) siang.

"Kami datang untuk menuntut keadilan yang ditugaskan Pancasila dan UU 1945. Ada kata keadilan, kalau pun undang-undang ITE mau diterapkan, kami mendesak diterapkan kepada semuanya," kata Din Syamsuddin.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah mengatakan penangkapan seharusnya tidak hanya dilakukan kepada tokoh KAMI ataupun aktivis yang kritis terhadap pemerintah.

Dia mengatakan keadilan harus diberlakukan untuk semua.

"Termasuk ujaran kebencian terhadap KAMI, terhadap figur-figur KAMI yang berada di depan mata. Mengapa itu tidak diusut? tidak ditangkap?

kami datang dengan suara moral agar pemerintah dan aparat pemerintah secara sejati menegakkan keadilan sebab kata keadilan akan dilawan oleh rakyat," jelasnya.

KAMI, kata dia, merupakan gerakan moral yang bertujuan untuk meluruskan penyimpangan dan penyelewengan yang dilakukan oleh negara.

Kritik yang disampaikan juga memiliki bukti yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Dengan ditangkapnya apalagi secara tidak adil para tokoh aktivis KAMI, baik yang menjadi deklarator maupun di jejaring jejaring.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel