Kelas Teri! Disuap Cai Changpan Rp 100 Ribu, Sipir dan PNS Lapas Bantu Gembong Sabu China Kabur

Selebaran berisi gambar dan keterangan buronan narapidana kasus narkoba Cai Changpan alis Cai Ji Fan (53) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang (Dok. Polres Tangerang Kota) 

MARTIRNEWS.COM - Terpidana mati kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu dua kali mengakali perangkat hukum Indonesia.

Cai Changpan, gembong narkoba asal China pemilik 135 kilogram sabu-sabu itu kembali kabur dari Lapas, setelah sebelumnya pernah kabur dari Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri pada 24 Januari 2017.

Sempat diisukan kabur dengan usahanya sendiri, akhirnya terbongkar peran sipir dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lapas Kelas I Tangerang.

Sipir dan PNS yang keduanya berinisial S, ternyata tahu Cai Changpan melakukan aksinya dan malah membiarkan.

Menurut polisi, keduanya rutin mendapat imbalan Rp 100 ribu tiap kali membantu Cai Changpan membeli dan mengantarkan pompa air.

Adapun pompa air itu digunakan Cai Changpan untuk menyedot air yang keluar saat menggali lubang pelarian di dalam kamar sel.

"Menurut keterangan, membeli itu dia dapat imbalan Rp 100 ribu.

Mengantar (ke kamar sel) juga Rp 100 ribu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Namun, kata Yusri, keterangan kedua petugas lapas tersebut saat ini masih didalami dengan melakukan gelar perkara.

"Itu keterangannya yang bersangkutan.

Kita masih dalami mudah-mudahan gelar perkara selesai dan bisa dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka," kata Yusri.

Cai Changpan alias Anthoni kabur dari Lapas Kelas I Tangerang pada 14 September lalu.

Cai Changpan bukan baru pertama kali kabur.

Lubang yang dibuat untuk melarikan diri oleh napi terpidana mati kasus narkoba, WN China (foto: warta kota)

Gembong narkoba asal China yang memiliki 135 kilogram sabu-sabu itu juga pernah kabur dari Rumah Tahanan Bareskrim Mabes Polri pada 24 Januari 2017.

Pada pelarian kali ini, Cai Changpan membuat lubang dari dalam kamar sel menuju gorong-gorong.

Panjang lubang diperkirakan 30 meter.

Ajak Rekan Satu Sel

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkap bahwa narapidana kasus narkoba Cai Changpan sempat mengajak rekan satu selnya untuk melarikan diri dari Lapas Kelas I Tangerang.

"Teman satu sel sempat pernah dia (Cai Changpan) ajak untuk melarikan diri," ujar Yusri kepada wartawan, Jumat (2/10/2020).

Namun, kata Yusri, rekan satu sel Cai Changpan yang saat ini menjadi saksi kunci kasus, menolak ajakan dengan alasan tak ingin terlibat dalam pelarian.

"Dia (rekan Cai Changpan) bilang tak mau terlibat dalam hal ini.

Dia tak mau ikut.

Tapi dia tahu (aksi Cai), makanya dia sampaikan 8 bulan yang bersangkutan lobangi itu," kata Yusri.

Cai Changpan alias Anthoni berhasil kabur dari Lapas Kelas I Tangerang pada 14 September 2020 lalu.

Cai Changpan yang berstatus sebagai terpidana mati berhasil melarikan diri untuk kali kedua setelah membuat lubang dari kamar menuju gorong-gorong dengan panjang diperkirakan mencapai sekitar 30 meter.

Hingga kini, Cai Changpan belum dapat ditangkap kembali dan masih diburu oleh polisi.

Polisi pun telah memasukan Cai Changpan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Selebaran tersebut juga mencantumkan nomor telepon Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota di nomor 081253178671.

Nomor itu dapat dihubungi oleh masyarakat yang melihat dan memiliki informasi terkait keberadaan Cai Changpan.

Adapun saat ini polisi telah memeriksa 14 saksi yang terdiri dari rekan satu sel, petugas lapas dan istri Cai Changpan.

Berdasarkan keterangan saksi, Changpan alias Cai Ji Fan alias Antoni sempat singgah untuk membeli rokok setelah kabur dan pulang menemui istri di rumahnya kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.

Setelahnya, Cai Changpan kembali melarikan diri yang diduga masuk ke dalam hutan tak jauh dari rumahnya.

s: tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel