Kelewat jengkel, GP Ansor bakal tolak permintaan maaf Gus Nur: Enggak!


MARTIRNEWS.COM - 
Sugi Nur Raharja alias Gus Nur belakangan dilaporkan ke Polisi atas ungkapannya yang dinilai menyudutkan Nahdlatul Ulama (NU). Laporan, setidaknya akan terus dilakukan kendati Gus Nur bakal melakukan permintaan maaf.

Seperti diketahui, sebelumnya Gus Nur menyampaikan sejumlah kritik soal bagaimana sikap NU di rezim ini, saat menjadi narasumber di saluran Youtube Refly Harun. Atas hal itulah, sejumlah kalangan NU merasa tak kerasan dengan pernyataan tersebut, hingga kemudian memperkarakannya.

Terkait hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas akhirnya turut angkat bicara. Apalagi ada nama dia yang disebut-sebut oleh Gus Nur. Kata Gus Yaqut, apa yang disampaikan Gus Nur adalah sesat dan fitnah.

Alhasil, kata dia, sejak awal memang berencana membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. dan ternyata pelaporan sudah dilakukan oleh aliansi santri. “Bagus. Semakin banyak yang melaporkan, silakan saja,” kata Gus Yaqut, disitat Rabu 21 Oktober 2020.

Bakal tolak maaf
Tak cuma itu, dalam kesempatan itu disitat Suara, Gus Yaqut juga menyatakan bakal menolak permintaan maaf Gus Nur apabila ke depan, dia melakukan klarifikasi atau permohonan maaf atas pernyataannya.


Menurut Gus Yaqut, dia akan tetap menginginkan proses hukum terus berjalan, agar kebenaran ditegakkan. “Enggak. Proses hukum sampai tuntas,” kata Gus Yaqut.

Menurutnya, proses hukum tersebut bisa memberikan efek jera baik terhadap Gus Nur maupun pihak-pihak yang kemudian ingin mendiskreditkan NU ke depannya.

“Ya kalau tidak jera, kita laporkan lagi. Biar penjara disesaki pembenci,” katanya.

Diketahui, Gus Nur dilaporkan ke Polisi pada Senin 19 Oktober 2020, kemarin. Gus Nur diduga telah melakukan pencemaran nama baik lewat pernyataannya ketika menjadi narasumber di channel Youtube, Refly Harun.

“Kami melaporkan Nur Sugi (Gus Nur) atas komentarnya di Youtube saat bersama Saudara Refly Harun. Di mana, dia mengumpamakan NU seperti bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal-ugalan, dan isi busnya adalah PKI, liberal, dan sekuler,” kata pelapor.

Gus Nur pun kemudian disangkakan melanggar Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

Refly ikut dilaporkan?
Sementara itu, Gus Yaqut dalam kesempatan terpisah juga menyebut akan ikut melaporkan Refly Harun terkait hal ini. Politikus PKB ini pun mengaku siap melaporkan pakar Hukum Tata Negara itu, karena menyiarkan komentar satire Gus Nur kepada NU.


“Refly Harun juga akan kita proses bersamaan melalui LBH GP Ansor,” kata dia.

Yaqut mengatakan pelaporan akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dia belum menjelaskan detail ke mana pelaporan itu dilakukan, apakah Bareskrim Mabes Polri atau Polda Metro Jaya.

“Satu dua hari ini (melapor),” ujar Yaqut.

Sc:HopsId

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel