Mahasiswa Mengaku Dapat Ancaman Hingga Intimidasi dari Orang yang Mengaku dari DPRD Banyumas


MARTIRNEWS.COM - 
Usai melakukan demontrasi tolak Omnibus Law pada Kamis (15/10/2020), mahasiswa di Banyumas mengaku mendapatkan ancaman sekaligus intimidasi dari seseorang yang mengaku sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Banyumas.

"Saya dan beberapa kawan mendapatkan ancaman, dia mengaku dari DPRD Kabupaten Banyumas.

Diancam pidana kriminalisasi, ada dua teman saya yang lain juga mendapat intimidasi dan diancam," ujar koordinator aksi demo Fakhrul Firdausi kepada Tribunbanyumas.com, dalam konferensi pers di Gedung Serba Guna, Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), pada Senin (19/10/2020).

Pihaknya mengatakan tidak takut dengan ancaman tersebut dan berusaha memastikan orang yang melakukan ancaman itu merupakan dari anggota DPRD Kabupaten Banyumas ataupun tidak.

Ia bahkan sudah berkomunikasi dengan lembaga bantuan hukum dari Purwokerto dan Yogyakarta.

"Kami tidak takut dengan ancaman-ancaman itu.

Komitmen dari awal, sampai Omnibus Law dibatalkan dan pemerintah Kabupaten Banyumas menyatakan menolak Omnibus Law," tandasnya.

Para mahasiswa dan sejumlah element saat ini masih melakukan rapat konsolidasi.

Rapat konsolidasi tersebut rencananya akan digelar pada Kamis (22/10/2020).

Mereka berfokus menindaklanjuti gerakan selanjutnya di Banyumas.

Mereka tetap berkomitmen sampai Banyumas menyatakan menolak Omnibus Law.

"Kalau kapan aksi lanjutan kami baru akan dibahas," jelasnya.

Menanggapi pernyataan mahasiswa tersebut, Kapolresta Banyumas, Kombespol Whisnu Caraka menjelaskan jika sampai hingga saat ini belum mendapatkan laporan terkait intimidasi tersebut.

"Kami belum mendapatkan laporan apapun. jika memang ada akan kami tindak lanjuti," pungkasnya. (*)

Tribun jateng

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel