Mahfud MD Bandingkan Angka Penurunan Kemiskinan Era SBY dan Jokowi, Siapa Lebih Baik?



MARTIRNEWS.COM - Peringatan Hari Sumpah Pemuda merupakan hari yang tak bisa lepas dari segala perjuangan para pemuda sejak tahun 1928 untuk turut membangun dan memerdekakan Indonesia.

Semangat juang pemuda terdahulu untuk merebut NKRI dari tangan penjajah harus bisa diteladani di masa sekarang dan mengisi hal-hal positif untuk negeri.

Tak ketinggalan, salah satu orang Istana, Menkopolhukam Mahfud MD juga turut memberi suara mengenai perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Mahfud MD diunggahan Twitter pribadinya menyebutkan selama 92 tahun dam peringatan Sumpah Pemuda dan setelah Indonesia merdeka sudah mengalami banyak kemajuan.

Namun, masih ada borok dan tugas berat yang harus ditegakkan yakni hukum dan keadilan di Indonesia.

Dia juga menyebutkan pencapaian tertinggi dalam perjuangan bangsa Indonesia adalah adanya Pancasila di akunnya @mohmahfudmd.

"Selamat Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 92. 1998-2020. Capaian yang bernilai paling tinggi dari perjuangan bangsa Indonesia adl sumpah dan tekad utk bersatu dlm keberagaman (1928) yg kemudian dijalin dlm dasar dan ideologi negara: Pancasila (1945). Mari kita syukuri capaian ini," ungkap Mahfud MD dalam cuitan tweetnya.

Tidak hanya itu, Mahfud MD juga membandingkan pencapaian penurunan angka kemiskinan mulai dari era Jokowi, SBY hingga presiden pertama Soekarno.

Pada teks thread tweetnya, Mahfud MD menuliskan jika sejak masa penjajahan sampai masa SBY dan Jokowi ada peningkatan penurunan angka kemiskinan.

Dimana dua presiden terakhir SBY dan Jokowi mengalami peningkatan dengan selisih yang amat tipis hanya berbeda 1,7 persen saja.

"Dgn segala kekurangannya kita trs berhasil menurunkan angka kemiskinan: masa kolonial hampir 100 persen kita miskin, akhir pemerintahan Bung Karno berkurang menjadi sktr 54 persen, akhir Orde Baru menjadi 18 persen, era reformasi akhir pemerintahan SBY menjadi 10,8 persen, akhir periode I Jkw jd 9,1 persen," tulis Mahfud.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa selayaknya warga negara Indonesia selalu menjaga kesehatan warisan Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan RI.

"Kewajiban kita adl menjaga warisan Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia ini dgn melakukan pembangunan antara lain dgn upaya mencerdaskan kehidupan bangsa (pendidikan) dan memberantas kemiskinan (ekonomi) serta politik kesehatan utk membangun kesejahteraan umum. Allahu Akbar," pungkasnya.***


Sumber : portal Jember 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel