Novel: Pemerintah RI Harus Memutuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis



MARTIRNEWS.COM - Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengatakan, pihaknya menunggu sikap tegas pemerintah terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dinilai menghina umat Islam karena membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW.

Menurut Novel, kecaman dan pemanggilan Dubes Prancis oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), bukanlah sebuah sikap yang tegas.

"Benar (belum tegas). Kita masih menunggu sikap tegas pemerintah. Karena umat Islam di Indonesia adalah mayoritas Islam terbesar di dunia sehingga Prancis bisa memperhitungkan Indonesia dikancah internasional," kata Novel kepada netralnews.com, Kamis (29/10/2020).

Seharusnya, lanjut Novel, ketegasan itu ditunjukkan pemerintah lewat pemutusan hubungan diplomatik dengan Prancis.

"Sikap pemerintah Indonesia (seharusnya) putuskan hubungan diplomatik terhadap Prancis," tegas Wakil Ketua Dewan Muzakarah GPMI DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri, mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang akan membiarkan penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Pemerintah Indonesia juga sudah bersurat dan memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia untuk menyampaikan kecaman itu.

"Ada dua posisi RI, pertama memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta hari ini. Kedua, dalam pertemuan itu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman terhadap pernyataan yang disampaikan Presiden Prancis," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah kepada wartawan, Selasa (27/10/2020).


Sumber :netralnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel