Sempat Terkepung Demonstran, Prabowo Subianto Bocorkan Dalang Asing Demo Anarkis UU Cipta Kerja

Prabowo Subianto (foto: tribunnews)


MARTIRNEWS.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menceritakan detik-detik dirinya terkepung demonstran penolak Omnibus Law.

Ketum Gerindra ini pun menyebut ada dalang demo anarkis menolak UU Cipta Kerja.

Sebelumnya, Prabowo Subianto mengungkap pandangan Gerindra mengenai UU Cipta Kerja yang menuai aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia ini.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyoroti kerusuhan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja beberapa hari yang lalu.

Prabowo Subianto meyakini ada dalang dari kerusuhan usai demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

"Ini pasti ada dalangnya.

Ini pasti anasir-anasir ini.

Ini pasti anasir yang dibiayai asing.

Enggak mungkin seorang patriot mau bakar (fasilitas umum) milik rakyat," kata Prabowo Subianto dalam wawancara khusus yang dirilis DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).

Prabowo Subianto menceritakan, dirinya sempat terperangkap dalam aksi massa penolakan UU Cipta Kerja.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra ini, banyak mahasiswa yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak di tengah pandemi covid-19.

Dia pun menilai bahwa penggerak aksi demonstrasi ini tidak bertanggung jawab.

"Ini kan mencelakakan anak-anak kita.

Dalang ini tidak bertanggung jawab sama sekali. Saya sangat prihatin. Ini kan lagi covid-19," ujarnya.

Kendati demikian, Prabowo mengatakan, para mahasiswa yang menggelar aksi memberikan akses agar mobilnya melewati jalan dan ada beberapa mahasiswa memberikan hormat.

"Ya masih banyak yang apa itu, dadah ke saya, lihat mobil saya.

Anak-anak itu ada juga yang hormat. Jadi saya kira mereka itu niatnya baik anak-anak itu, tapi ada yang panas-panasin," ucapnya.

Lebih lanjut, Prabowo meminta semua pihak bersabar dan mempersilakan untuk melakukan uji materi atau judicial review atas UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Cobalah kita sabar, kita atasi dulu, kita coba. Kalau UU ini tidak bagus pelaksanaannya, tidak baik, bawalah ke judicial review, ke MK, sudah berkali-kali kok dalam sejarah terjadi," kata dia.

Bantahan

Sebelumnya, Koordinator Pusat Aliansi Badan Eksekutif Mahasiwa Seluruh Indonesia (BEM SI) Remy Hastian membantah berbagai tudingan yang menyebut aksi mahasiswa digerakkan pihak tertentu.

Remy menilai tudingan pemerintah tentang adanya auktor intelektualis dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja adalah hal yang biasa.

Menurut dia, isu yang dilontarkan pemerintah itu adalah bagian dari upaya pengembosan gerakan mahasiswa saja.

"Pemerintah itu jagonya seperti itu, ketika kami demo besar-besaran bilangnya ada yang menunggangi, ada yang mensponsori, ini bagian dari penggembosan gerakan," kata Remy kepada Kompas.com, Senin (12/10/2020).

Pasal Liberal

Dilansir dari akun Instagram juru bicara Prabowo Subianto @dahnil_anzar_simanjuntak pada Senin (12/10/2020), Prabowo Subianto mulanya mengomentari soal demo besar-besaran yang terjadi.

Prabowo Subianto mengatakan dirinya sempat bertemu dengan para pendemo ketika melintasi jalanan.

Para pendemo tetap membiarkannya lewat dan sekaligus menyapa dirinya.

"Tapi saya lihat sebetulnya sebagian besar pendemo itu juga masih baik."

"Kemarin juga saya agak terperangkap dengan masa tapi mereka buka jalan, masih banyak yang masih dadah saya," jelas Prabowo Subianto.

Ketua Partai yang juga Menteri Pertahanan ini menilai para mahasiswa dan pelajar yang turut menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja sebenarnya bermaksud baik.

Meski demikian, Prabowo Subianto mengakui ada pihak-pihak yang mencoba mengompor-ngompori masalah ini.

"Anak-anak bahkan ada yang hormat, saya rasa mereka itu niatnya baik itu anak-anak ya, tapi ada yang panas-panasin," sambung dia.

Saat ditanya sikap Partai Gerindra terkait UU Cipta Kerja, Prabowo Subianto membantah mendukung 100 persen.

Meski partainya saat ini berkoalisi dengan pemerintah bukan berarti Gerindra tak bisa mengoreksi.

Satu di antara hal yang dikoreksi adalah pasal-pasal yang dianggap bersifat terlalu liberal.

"Kita mendukung tapi kan kita juga menyaring tidak kita dukung begitu, mana beritanya."

"Jadi banyak yang kita kurangin yang terlalu liberal, banyak kalangan kita masih gandrung liberalisme," kata Prabowo Subianto.


s: tribunnews.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel