Tak Gentar Ditangkap Polisi, KAMI Siap Penuhi Penjara


MARTIRNEWS.COM - 
Beberapa aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ditangkap oleh polisi.

 Namun meski begitu salah satu deklarator KAMI, Gde Siriana mengatakan pihaknya tidak gentar berurusan dengan polisi.

Ia menegaskan, bahwa penangkapan tersebut merupakan bentuk intimidasi penguasa yang ingin membungkam orang kritis dengan UU ITE.

“Saya yakin semua deklarator dan aktivis KAMI di berbagai daerah tidak akan pernah gentar dengan intimidasi, teror dan ejekan (lewat UU ITE) penguasa,” tegasnya melansir Pojoksatu.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya siap berjuang menyelamatkan Indonesia dari kondisi dan situasi sosial, politik, hukum hingga ekonomi yang dikerjakan pemerintah sekarang.

“KAMI siap penuhi ruang penjara kalian. KAMI terus berjuangan untuk selamatkan Indonesia,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, delapan para pentolan KAMI dijerat dengan pasal dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, mereka dijerat pasal penghasutan dalam KUHP.

“Jadi, sesuai Pasal 45A ayat 2 UURI No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).

Awi juga menjelaskan, ancaman hukuman bagi anggota KAMI yang ditangkap. Mereka terancam hukuman 6 tahun penjara.

“Untuk ancaman pidananya untuk yang UU ITE 6 tahun pidana penjara atau denda Rp 1 miliar, dan untuk penghasutannya di Pasal 160 KUHP ancaman pidananya adalah 6 tahun pidana penjara,” jelasnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel