Tamin Sukardi Meninggal, Diduga Kena Covid-19, Suap Hakim Tipikor Medan hingga Divonis 6 Tahun



MARTIRNEWS.COM - Tamin Sukardi Meninggal, Diduga Kena Covid-19, Suap Hakim Tipikor Medan hingga Divonis 6 Tahun

Pengusaha ternama di Medan Tamin Sukardi, terpidana Tipikor kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dikabarkan meninggal dunia, Sabtu(24/10/2020).

Hal ini diungkapkan salah satu pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjunggusta yang tak mau diaebutkan namanya.

Diungkapkannya, Tamin Sukardi meninggal dunia dikarenakan Covid-19.

"Tamin Sukardi meninggal dunia. Diduga dia terkena Covid-19," katanya melalui telepon genggam pada tribun-medan.com/tribunmedan.id, Sabtu (24 Oktober 2020).

Lanjutnya lagi, Tamin Sukardi meninggal dunia tidak didalam blok, namun di rumah sakit.

"Kalau ga salah aku dia meninggal dirumah sakit, ga didalam blok. Dia sakit kemarin," katanya.

Saat ditanyakan lebih lanjut, Pegawai Lapas tersebut masih belum mendapatkan informasi.

Saat dikonfirmasi ke pengacara Tamin Sukardi, hanya membaca pesan singkat melalui WhatsApp tersebut.

Sebelumnya Tamin Sukardi divonis 6 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Tamin Sukardi juga dihukum membayar denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama," ujar ketua majelis hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Tamin Sukardi terbukti bersama-sama dengan Hadi Setiawan alias Erik menyuap hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan Merry Purba, sebesar 150.000 dollar Singapura.

Penyerahan uang kepada Merry diberikan melalui panitera pengganti pada Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi.

Selain kepada Merry, Tamin Sukardi juga berencana memberikan uang 130.000 dollar Singapura kepada hakim Sontan Merauke Sinaga.

Pemberian uang tersebut untuk memengaruhi putusan hakim dalam perkara korupsi yang sedang ditangani Merry dan Sontan.

Perkara tersebut yakni dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Adapun, Tamin Sukardi menjadi terdakwa dalam perkara dugaan korupsi tersebut.

Pemberian uang itu dengan maksud agar majelis hakim memutus Tamin Sukardi tidak terbukti bersalah.

Tamin Sukardin berharap dirinya dapat divonis bebas.

Tamin Sukardi melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (CR2/tribun-medan.com)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel