Tiga Tahun Anies Pimpin Jakarta, Fahira Idris: Kepemimpinan Yang Bermakna Harus Tetap Jadi Tujuan


MARTIRNEWS.COM - 
Usia kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta memasuki tahun ketiga tepat pada bulan Oktober ini.

Selama tiga tahun ini berbagai pencapaian, prestasi, dan penghargaan sudah berhasil diraih. Namun, tentunya ke depan masih banyak tantangan dan kompleksitas persoalan yang harus diurai dan dihadapi di kota Jakarta ini.

“Deretan penghargaan dan prestasi patut diapresiasi, tetapi tentunya tujuan bekerja untuk rakyat Jakarta adalah bagaimana sebuah kepemimpinan mempunyai makna dan arti bagi warga. Inilah yang saya lihat sedang dilakukan oleh Pak Anies,” ujar anggota DPD RI Fahira Idris di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut Fahira, sejak awal kepemimpinannya, Anies Baswedan berupaya keras merubah corak pembangunan di Jakarta.

Dari yang sebelumnya hanya menempatkan pemerintah provinsi hanya sebagai administrator dan warga sebagai penghuni, kini berubah menjadi kolaborator sedangkan warga sebagai kreator. Warga yang dulu dianggap bagian dari masalah, kini sudah menjadi bagian dari solusi.

“Contoh nyata dari perubahan corak atau paradigma pembangunan di Jakarta salah satunya adalah program penataan kampung-kampung di Jakarta yang berkonsep community action plan atau berbasis komunitas. Era warga kampung kota di Jakarta hanya dijadikan obyek pembangunan dan ancaman penggusuran sudah usai," jelasnya.

"Kini warga kampung adalah subyek utama dari pembangunan kampungnya masing-masing. Merekalah yang lebih paham persoalan di kampungnya dan bagaimana solusinya,” imbuhnya.

Bagi Fahira, konsep penataan kampung yang melibatkan warga ini adalah solusi cerdas karena tidak hanya akan merubah wajah kampung di Jakarta menjadi lebih baik tetapi juga menjadi jalan bagi warga untuk lebih berdaya baik secara ekonomi dan sosial budaya.

Penataan di 21 kampung prioritas, salah satunya di Kampung Akuarium, Bukit Duri, dan Kampung Bayam bukan sekedar menunaikan janji kampanye, tetapi adalah aplikasi nyata bagaimana sebuah kepemimpinan mempunyai arti dan makna bagi warga.

Selain itu, ketepatan dan kecepatan Anies Baswedan dan jajaran Permprov DKI termasuk tenaga medis, dan semua stakeholder dalam penanggulangan Covid-19 selama 7 bulan lebih terakhir ini juga patut diapresiasi.

Inisiatif-inisiatif dan kecepatan Pemprov DKI dalam penanggulangan covid-19 tidak hanya menjadi referensi daerah lain tetapi juga menjadi rujukan nasional.

“Ketangguhan seorang pemimpin itu bukan diuji saat situasi normal, tetapi diuji saat situasi krisis. Semoga perjalanan tiga tahun yang sudah baik ini menjadi fondasi kuat bagi Pak Anies dan jajarannya mewujudkan Jakarta yang maju kotanya, bahagia warganya,” pungkas Fahira.


Sc:RMOL

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel