Tsunami Hantam Alaska Usai Diguncang Gempa Berkekuatan 7,5 M, Ini Laporan Ketinggian Tsunami Alaska



MARTIRNEWS.COM - Gempa bumi dahsyat terjadi tepat di sebelah selatan Semenanjung Alaska pada Senin sore waktu setempat pada tanggal 20 Oktober 2020 memicu peringatan tsunami di sebagian pantai dan beberapa laporan tentang gelombang tsunami kecil.

Gempa tersebut awalnya dinilai berkekuatan 7,4 tetapi ditingkatkan menjadi 7,5 dengan kedalaman 40,1 km (25 mil), menurut USGS. Pusat gempa kira-kira 575 mil barat daya Anchorage, Alaska dan memicu tsunami kecil.

“Berdasarkan parameter gempa awal, gelombang tsunami yang berbahaya mungkin terjadi di pantai yang terletak dalam jarak 300 km (186 mil) dari pusat gempa,” kata Pusat Peringatan Tsunami Nasional (NTWC) dalam buletin tak lama setelah gempa terjadi.

NTWC melaporkan tsunami setinggi 2,3 kaki di Sand Point. Gelombang 1,6 kaki dilaporkan di King Cove, Alaska.

Peringatan tsunami dikeluarkan untuk sebagian pantai Alaska tetapi tidak termasuk Anchorage.

Namun, NTWC membatalkan peringatan tsunami tersebut tetapi mencatat fluktuasi level pasang masih mungkin terjadi di daerah dekat pusat gempa.

Beberapa jam kemudian, NTWC mengeluarkan peringatan tsunami untuk seluruh negara bagian Hawaii dan mencatat perubahan permukaan laut telah dicatat.

"Di Hilo dan Kahului tepat di atas tingkat peringatan yang dapat membahayakan perenang dan pelaut serta orang-orang di dekat pantai. pantai di pantai dan di pelabuhan serta marina" ujar perwakilan NTWC, dikutip PORTAL JEMBER dari laman Accu Weather.

Tetapi pada Selasa pagi, semua peringatan tsunami dicabut dan para pejabat mengatakan tidak ada lagi ancaman tsunami.

David Adams, co-manager Bed and Breakfast Marine View di Sand Point, mengatakan kepada The Associated Press bahwa gempa itu adalah "pengocok" yang cukup bagus.

“Anda bisa melihat jenis air yang bergetar dan berkilauan selama gempa. Truk kami bergoyang hebat,” kata Adams.

Sejak gempa berkekuatan 7,5 skala Richter awal, telah ada setidaknya enam gempa susulan di daerah itu dengan kekuatan setidaknya 5,0, menurut USGS.

Menurut Pusat Gempa Bumi Alaska, ada lebih dari 37.700 gempa bumi yang dilaporkan di negara bagian itu sepanjang tahun ini.

Berita tentang gempa Alaska datang hanya beberapa hari setelah lebih dari 1 juta orang Amerika mengambil bagian dalam acara tahunan yang dikenal sebagai Great ShakeOut.

The Great Shakeout diadakan Kamis lalu dan peserta dalam acara tersebut mengikuti langkah-langkah yang disarankan para ahli jika terjadi gempa nyata.

ShakeOut pertama kali diadakan pada tahun 2008 di California, menurut USGS. Dalam 12 tahun sejak diluncurkan, ShakeOut telah dipraktikkan di banyak negara bagian lain dan di seluruh dunia dan dimaksudkan untuk mendorong individu, komunitas, sekolah, dan organisasi lain untuk meninjau dan memperbarui rencana dan persediaan kesiapsiagaan darurat dan untuk mengamankan ruang Anda untuk mencegah kerusakan dan cedera.

Dengan 45 negara bagian dan teritori di Amerika Serikat dengan risiko gempa bumi sedang hingga sangat tinggi, menurut Palang Merah Amerika, persiapan adalah salah satu langkah terpenting yang dapat diambil orang untuk bersiap menghadapi kekuatan alam yang tidak dapat diprediksi seperti gempa bumi.

Meski sempat dilanda ketakutan akan tsunami dan gempa bumi susulan, warga setempat sudah dipastikan aman.**

Sc:portaljember

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel