Bilang Rizieq 'Tukang Obat', Nikita Mirzani Diultimatum 1×24 Jam



MARTIRNEWS.COM - Tagar #NikitaMirzani hari ini, Kamis (12/11/2020) trending di Twitter. Pasalnya, pihaknya kembali membuat kontroversi.

Diketahui, dalam Twitter videonya tersebar dan mengatakan bahwa Habib Rizieq sebagai 'tukang obat'.

"Gara-gara Habib Rizieq sekarang pulang ke Jakarta. Penjemputannya gila-gilaan. 

Malah habib itu adalah tukang obat. Screenshot," katanya dalam potongan video berdurasi 13 detik yang tersebar itu.

"Nah, nanti banyak antek-anteknya nih mulai. Heehh, gak takut juga gue," sambungnya.

Sontak, banyak masyarakat, termasuk pendukung Habib Rizieq tidak terima dengan pernyataannya Nikita Mirzani dalam video tersebut hingga tagar #NikitaMirzani pun trending topic di Twitter.

Bahkan, Habib Alwi Bin Muhammad Alatthos juga merespon dan mengecam ungkapan Nikita Mirzani yang mengatakan Habib Rizieq itu sebagai 'Tukang Obat'.

Habib Alwi mengultimatum Nikita Mirzani dalam 1×24 jam untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas ucapannya tersebut.

Untuk Nikita Mirzani yang telah terang-terangan telah berani menghina imam kami Alhabib Muhammad bin Husein Bin Shihab, dan yang telah terang-terangan mengatakan Habib adalah obat," katanya dalam video yang lain.

"Apabila statemen yang telah Anda sampaikan dalam waktu 1x24 jam, Anda tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya, Alwi Bin Muhammad Alatthos akan membuat LP untuk anda dan umat muslim akan memberikan pelajaran terhadap anda," sambungnya.

Selain video Habih Alwi tersebut, banyak akun yang juga mengecam ucapan Nikita Mirzani tersebut. Misalnya sebagaimana diungkapkan oleh akun @LavegaLova.

"Nikita Mirzani bilang HRS tukang obat dn selalu bikin ulah.... Mungkin dirumahnya perempuan ini gak punya kaca, hidup bergelimang maksiat aja bangga," tulisnya.

"Dasar Nikita mirzani. Yang korupsi gak dia sindir-sindir. Giliran ulama aja dia sindir. Mao nyari sensasi yaa non??" kata akun @panggiljjo.


S: Portal Surabaya

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel