Calon Ketua OSIS di SMAN Depok Terpilih Dibatalkan Karena Isu SARA, Ini Penjelasan Sekolah



MARTIRNEWS.COM - Pemilihan Ketua OSIS di SMAN 6 Depok, menuai polemik usai calon terpilihnya yang berinisial ECP dibatalkan serta akan dilakukan pemilihan ulang akibat adanya dugaan isu SARA.

Polemik ini pun viral di sosial media twitter usai diunggah oleh akun @Donny5cm, yang menampilkan layar tangkap percakapan dan penjelasan dari persoalan tersebut.

Dari penjelasan dalam akun tersebut, disebutkan bahwa ECP memiliki kinerja yang bagus serta mendapat dukungan dari banyak orang.

Namun demikian, ada sejumlah oknum yang tidak menerima hasil pemilihan tersebut hanya karena ECP berstatus nonmuslim.

Sementara itu, melansir dari akun sosial media instagram ECP. Dalam postingan terbarunya ia mengatakan dengan lapang dada dan ikhlas hati mundur dari Pemilihan Calon Ketua OSIS SMA Negeri 6 Depok Periode 2020-2021.

“Selamat Malam Semuanya, Sebelumnya Terimakasih Kepada Teman”, Kakak Kelas”, Alumni, Bapak Ibu Guru atas semua dukungan doa,support bahkan membantu secara langsung baik dengan cara mempromosikan, mengorbankan waktu dan sumbangsih pemikirannya. 

Evan minta maaf kalau Evan harus mengambil keputusan dengan berlapang dada dan ikhlas bahwa Evan harus mundur dari Pemilihan Calon Ketua OSIS SMA Negeri 6 Depok Periode 2020-2021, karena terdapat prinsip-prinsip yang tidak sesuai untuk melakukan pemilihan ulang. 

Evan juga minta maaf karena tidak bisa mewujudkan Harapan dari teman” yang sudah mendukung, biarlah ini menjadi pelajaran agar lebih baik kedepannya dan bagi Teman” yang masih bertahan Selamat Berjuang. 

Akhir kata dari saya. Salam Keadilan, Salam Persatuan, dan Salam Perjuangan. Hidup Pendidikan Indonesia! Terimakasih,” tulis ECP dalam postingannya.

Dalam postingan tersebut, ECP juga menyertakan raihan suara yang diperolehnya sebesar 43,55 persen dengan total 449 suara.

 Raihan tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan delapan kandidat lainnya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Thamrin, menjelaskan, dirinya belum menerima kabar tersebut.

“SMA ya. SMA gak ke saya.

Belum terima saya beritanya. 

Hubungin Kepala Sekolahnya saja ya,” kata Thamrin singkat dalam sambungan telepon, Kamis (12/11/2020).

Pemilihan Ketua OSIS di SMAN 6 Depok, menuai polemik usai calon terpilihnya yang berinisial ECP dibatalkan serta akan dilakukan pemilihan ulang akibat adanya dugaan isu SARA.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 6 Depok, Abdul Fatah, mengaku pihaknya sudah menerima dan menyebut kabar tersebut adalah isu.

Abdul menjelaskan, kronologis polemik ini bermula ketika pemilihan Calon Ketua Osis di SMAN 6 Depok menggunakan sistem daring (online) imbas dari pandemi Covid-19.

Namun karena tak dilakukan uji coba pada sistem pemilihan dengan metode daring ini, akibatnya terjadi permasalahan (trouble) hingga akhirnya direncanakan pemilihan ulang.

“Itu isu sebenarnya, yang saya tahu itu pada saat pemilihan pertama itu kan menggunakan sistem online. 

Nah onlinenya itu kan gak diuji coba dulu, sehingga langsung dipakai. Ternyata pada saat pelaksanaan trouble,” jelas Abdul Fatah lewat sambungan telepon.

Kendati demikian, Abdul Fatah tidak menjelaskan secara rinci terkait permasalahan pada sistem pemilihan daring yang dimaksud.

“Iya pada saat pemilihan itu ada masalah. Itu nanti tanya panitia ya, kalau saya tahunya gitu,” ungkapnya.

Lanjut Abdul, menindaklanjuti permasalahan tersebut akhirnya seluruh jajaran panitia pemilihan serta para kandidat pun menggelar rapat bersama untuk menyelesaikan persoalan ini.

Hasil dari rapat tersebut, disepakati bersama dan diputuskan untuk dilakukan pemilihan ulang.

“Saya jawab begini kalau memang itu hasil keputusan bersama, saya pikir itu tidak masalah. 

Jangan sampai ada pihak yang dirugikan seperti itu. Kalau sampai ada yang dirugikan jangan, tapi kalau semuanya menerima ya silahkan,” tegasnya.

Tak dipungkiri, Abdul Fatah mengaku dirinya juga kaget saat pertama kali mendengar persoalan yang menyangkut sara tersebut terjadi pada sekolah yang dipimpinnya.

“Kemudian saya kaget juga sampai dengar seperti itu (sara), luar biasa itu saya kenapa bisa ada isu itu. Sedikit pun tidak ada mengarah kesana (sara), saya yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

Hingga berita ini dinaikan, TribunJakarta.com, telah mengkonfirmasi ECP melalui sosial medianya, namun belum mendapat respon hingga saat ini.



S: Tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel