HRS Siap Rekonsiliasi dengan Syarat, Teddy: Kasus Pidana Hadapi Saja, Jangan Jadi Pengecut



MARTIRNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menanggapi rencana rekonsiliasi (pemulihan hubungan persahabatan) Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dengan pemerintah.

Menurutnya tak ada yang perlu di rekonsiliasikan, mengingat tak ada masalah antara pimpinan FPI tersebut dengan pemerintah. 

Ia pun menyatakan, syarat yang diajukan Rizieq Shihab agar beberapa tahanan dibebaskan tak ada urusan dengan rekonsiliasi.

"Rizieq mau Rekonsiliasi dengan pemerintah? Emang ada masalah apa? Gak ada kan? Kalau kasus pidana, gak ada urusan sama rekonsiliasi, kalau semua kasus pidana rekonsiliasi, maka penjara kosong, kejahatan makin banyak," kata Teddy dalam akun Twitternya, @TeddyGusnaidi

"Hadapi saja, jangan jadi pengecut, berlindung atas nama ulama," lanjutnya.

Sebelumnya, Imam Besar organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyatakan siap melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah.

Namun, ada beberapa syarat yang ia ajukan dan harus dipenuhi, salah satunya dengan membebaskan beberapa tahanan polisi.

Rizieq menjelaskan penangkapan terhadap nama-nama tersebut merupakan kriminalisasi.

 Ia juga meminta agar polisi menegakkan keadilan dengan ikut menangkap influencer yang dianggapnya melakukan penghinaan terhadap agama.

"Kalau Anda tidak mau ada revolusi berdarah, revolusi sosial, ya perbaiki. 

Ulama selalu memberikan kesempatan untuk dialog," ujar Rizieq.

Dalam rekonsiliasi tersebut, Rizieq siap memberikan solusi terbaik untuk permasalahan yang saat ini sedang menimpa umat, bangsa dan negara, serta pejabat dan masyarakat.

 Ia menyatakan pemerintah tinggal mengajukan waktu dan tempat untuk memulai dialog menuju rekonsiliasi itu.



S: Netralnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel