JK Gandeng Anies di Pilpres 2024, Sebaiknya jangan Banyak Berharap



MARTIRNEWS.COM - Isu Jusuf Kalla (JK) yang menggandeng Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju di Pilpres 2024 mengemuka.

Mengingat mantan dua kali mantan Wakil Presiden itu dinilai memiliki peluang.

Selain itu, JK juga dinilai memiliki kapabilitas yang mumpuni. Itu ditunjukkan saat menjadi wapres di era SBY dan periode pertama Jokowi.

Kemungkinan JK menggandeng Anies itu bisa saja terjadi. Apalagi dalam dunia politik, tidak ada yang tidak mungkin.

Sayangnya, Ujang menyebut bahwa peluang JK berkontestasi di Pilpres 2024 itu sangat kecil.
 
Baik JK maupun Anies, kata Ujang, sama-sama tidak memiliki partai politik yang bisa dijadikan ‘perahu’.

Demikian disampaikan pengamat politik Ujang Komarudin kepada RMOL, Minggu (22/11/2020).

“Kemungkinannya itu kecil. Karena baik JK maupun Anies tak punya partai. Tak punya perahu untuk jadi capres atau cawapres,” ujarnya.

Menurutnya, Pilpres 2024 mendatang akan menjadi pertarungan bebas lantaran tidak adanya calon petahana.

Kendati demikian, peluang JK-Anies, dinilai Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini juga masih sangat sulit.

“Karena partai-partai itu tak akan mau capres dan cawapresnya diisi oleh orang non parpol semua,” hematnya.

Akan tetapi, dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini juga menyebut bahwa peluang JK-Anies bisa saja terjadi.

Itu baru bisa terjadi jika popularitas dan elektabilitas keduanya sebagai capres dan cawapres tinggi.

“Maka partai-partai akan datang sendiri,” ulasnya.

Sementara, Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra menyatakan, ada dua hal yang harus diperhatikan terkait JK jika maju di Pilpres 2024.

Pertama, apakah JK masih memiliki minat untuk maju Pilpres 2024.

Menurutnya, dengan kemenangan Mahathir Mohamad pada Pemilu Malaysia dan kemenangan Joe Biden pada Pemilu Amerika Serikat, menekankan bahwa usia tidak menjadi halangan seseorang maju dalam pilpres.

“Apalagi JK, meskipun sudah tidak muda, namun masih terlihat sangat enerjik,” ujar Iwel Sastra, Sabtu (21/11).

Memang, lanjut Iwel Sastra, saat ini nama JK masih jarang disebut-sebut sebagai capres.

Namun jika mengacu kepada karir politik JK saat akan menjadi calon wakil presiden mendampingi SBY dan mendampingi Joko Widodo, nama JK tidak muncul di awal.

“Itulah JK, selalu ada kejutan,” sebutnya.

Kedua, apabila JK tidak maju, maka wapres dua periode itu kemungkinan akan menjadi king maker atau mendorong satu sosok untuk maju.

Menilik pada pada sejarah kedekatan JK, ada sejumlah nama yang mencuat. Namun hanya satu nama yang cukup dekat.

“Maka kemungkinan besar JK akan mendorong dan mengusung Anies Baswedan,” ucap Iwel Sastra.

Sumber: pojoksatu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel