Massa di Acara Rizieq Tanpa Jaga Jarak, Faisal Assegaf: Anies Baswedan, Anda Membuat Jakarta Amburadul



MARTIRNEWS.COM - Aktivis Faizal Assegaf menyoroti kerumunan masyarakat yang terjadi dalam acara pernikahan putri Imam Besar Front Pembela Islam FPI Habib Rizieq Shihab sekaligus acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020).

Faizal menilai 'revolusi akhlak' yang digaungkan Rizieq setiba di Tanah Air dari Arab Saudi tidak tercermin bila melihat situasi di Petamburan saat ini.

"Pertunjukan revolusi akhlak yang jauh dari kejujuran & sikap bijaksana," tutur Faizal menggunakan akun Twitter @faisalassegaf, Sabtu (14/11/2020).

Selain itu, Faizal menyindir sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang terkesan bergeming dengan kondisi saat ini di Petamburan, padahal Pemprov DKI masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Bahkan, Faizal menilai Anies bersikap diskriminatif dalam menegakkan Peraturan Daerah.

"Pak @aniesbaswedan sikap diskriminatif & kemunafikan Anda membuat Jakarta terbukti makin amburadul," katanya.

Sebelum itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah mengimbau masyarakat yang hendak menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad di Petamburan agar patuh terhadap protokol kesehatan pencegah penularan virus corona atau Covid-19.

“Kami mohon tidak terjadi kerumunan, kepadatan,” tuturnya.

Selain Riza, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Menghantara mengimbau panitia penyelenggara Maulid Nabi Muhammad di Petamburan untuk memberi tahu jamaah yang hadir agar menjaga jarak guna menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Diminta kepada saudara untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat antara lain, membatasi jumlah peserta tidak lebih dari 50 persen kapasitas lokasi kegiatan," kata Bayu kepada wartawan Sabtu (14/11/2020).

Bayu juga meminta kepada panitia untuk lebih dahulu mengecek suhu tubuh jamaah yang hadir di sana. Hal itu untuk mengetahui kondisi jamaah yang hadir dalam keadaan sehat atau tidak.

"Jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan pada kegiatan tersebut, maka petugas akan menegakkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta," tutupnya.



S:Akurat

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel