Mau Bikin Ulah Rizieq Tak Segan Jihad Fisabilillah



MARTIRNEWS.COM - Pendiri dan pemimpin Front Pembela Islam (FPI),  Rizieq serukan jihad atas tindakan pemerintah yang dianggap dzalim, salah satunya adalah kriminalisasi ulama.

"Tapi kalau mereka tak mau terus dzalim menindas rakyat, rusak bangsa dan negara, kriminalisasi ulama.

Maka apa boleh buat dari revolusi akhlak jadi jihad fisabililah. 

Siap jihad?, Takbir," ujar Rizieq yang disampaikan dalam ceramah Maulid Nabi Muhammad di markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu 15 November 2020.

dalam kesempatan itu, pria berusia 55 tahun ini juga menjelaskan bagaimana revolusi akhlak yang didengung-dengungkan selama ini.

"Begitu juga revolusi akhlak. Kami tawarkan dialog, tanpa pertumpahan darah. 

Kami tawarkan dialog kami gamau perang, rekonsiliasi gamau tumpahkan darah, tapi ingat tidak ada damai dengan kedzaliman," ucap Rizieq.

Menurut lulusan Universitas King Saud ini, revolusi akhlak didasarkan pada akhlak Nabi Muhammad ketika akan memulai perang.

"Jangankan revolusi akhlak dalam perang saja Nabi tidak melupakan akhlak, lihat perang Nabi kita mengajarkan sahabatnya.

Manakala ada dua pasukan di setiap medan tempur antara pasukan Islam dan kafir maka panglima Islam menawarkan Islam pada musuh kalau mereka terima enggak, boleh lanjut perang," ujar Rizieq.

Habib Rizieq meyakini bahwa revolusi akhlak yang ditawarkan ini merupakan rekonsiliasi atau kerukunan antara kedua belah pihak dengan cara damai.

"Malam ini ngerti tidak revolusi akhlak, jadi revolusi akhlak menawarkan dialog damai rekonsiliasi, bagus tidak? Tapi tak ada damai dengan kedzaliman," ucap Rizieq.

Seruan Habib Rizieq ini ada kaitannya dengan sikap Istana. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mempertanyakan gagasan rekonsiliasi.

Menurut pria berpangkat Jenderal ini, selama ini tidak ada masalah antara istana dengan Habib Rizieq.

"Menurut saya, apa yang direkonsiliasi dengan Pak Habib Rizieq? Kita tidak ada masalah," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 12 November 2020.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa selama ini pihak istana tidak menghalangi kedatangan Habib Rizieq meski penyambutan itu mengganggu banyak orang.

"Buktinya pulang nggak ada masalah kok. Apakah kita mencegat, nggak.

Aparat keamanan justru kita wanti-wanti, kawal dengan baik, jangan diganggu walaupun mereka sendiri yang menganggu, menganggu jalan maksudnya, mengganggu publik," imbuh Moeldoko.

Di awal kedatangannya, Habib Rizieq menawarkan rekonsilisasi kepada pihak istana.

Syaratnya adalah rezim Jokowi menghentikan upaya-upaya yang dianggap sebagai bentuk kriminalisasi terhadap para ulama, aktivis dan pihak-pihak yang kritis terhadapnya.***


S:jurnalpersisi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel