Pangdam Jaya Tegaskan HRS Rakyat Biasa, Yang Mengganggu Keutuhan NKRI Jangan Coba Coba!

foto: jawapos

MARTIRNEWS.COM - 
Panglima Komando Daerah Militer Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan bahwa situasi keamanan di ibukotta dalam keadaan stabil, aman dan terkendali.

Gambaran situasi keamanan itu, setelah sepanjang pekan lalu sampai hari Minggu lalu, terjadi kerumunan melibatkan ribuan orang pendukung imam besar FPI Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq (55), berkerumun memadati sejumlah titik Ibukota Jakarta.
 
Pangdam menegaskan, situasi keamanan relatif terkendali. Dikatakan, TNI sangat siap menghadapi berbagai ancaman yang ada di seluruh Indonesia, termasuk di Ibukota Jakarta.

Menurut Pangdam, terkait dengan berkumpulnya ribuan orang di sekitar Petamburan, Jakarta Pusat, hari  Sabtu dan Minggu, TNI memang tidak dapat bertindak langsung. Pengamanan hal itu bukan kewenangan satuan TNI.

Dikatakan, adanya kerumunan massa di acara Maulid Nabi Muhammad dan pernikahan putri Rizieq Shihab, itu merupakan ranah pemerintah daerah sebagai penanggung jawab atau Komandan Satgas COVID-19 di DKI Jakarta. 

"Untuk pengamanan ada level Satpol PP, jika tidak bisa diatasi maka meminta bantuan ke kepolisian. Jika semua itu tidak bisa, barulah TNI diperbantukan," kata , Mayjen Dudung Abdurachman.

"Tugas TNI besar sangat. HRS itu bukan musuh TNI, rakyat biasa," kata Dudung Abdurachman, Rabu (18/11)) ketika berkunjung ke stasiun televisi TV-One.

Kendati demikian, jika kelompok Rizieq Shihab bergerak dan mengarah pada perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa, maka dirinya tidak akan pernah memberikan toleransi pada kelompok mana pun, termasuk para simpatisan ormas FPI.

"Yang mengganggu persatuan keutuhan NKRI jangan coba-coba di Jakarta, saya hajar itu," kata Dudung.

Sumber: tribunnews

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel