Saking Bangga Dilatih oleh TNI, Tentara di Negara Ini Tiru Seragam dan Baret Kopassus



MARTIRNEWS.COM - 
Setiap negara memiliki tentaranya masing-masing dengan pasukan khusunya juga.

Di Indoneisa sendiri, prajurit Tentara Nasional indonesia (TNI) memiliki pasukan elite yaitu Komando Pasukan Khusus atau yang disingkat Kopassus.

Prajurit TNI yang tergabung dalam Kopassus memiliki kemampuan di atas rata-rata prajurit TNi yang lain.

Kopassus sendiri memiliki moto "Berani, Benar, Berhasil" merupakan pasukan yang terdiri dari pasukan elit dengan kemampuan yang sangat mumpuni.

Salah satu ciri khas untuk mengenali prajurit Kopassus yaitu dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah.

Tak sembaranga, anggota Kopassus diwajibkan memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror.

Hal ini tak lepas dari tugas berat yang diemban Kopassus diantaranya Direct Action serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Combat SAR, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus).

Selain itu, Tugas Kopasus Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Pamor Kopassus rupanya tak hanya dikagumi di dalam negeri. Bahkan, sampai ke mancanegara, kehebatan Kopassus terdengar sampai kemana-mana.

Dikutip Zonajakarta.com dari Podcast Puspen TNI pada 17 Agustus 2020, Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI Nyoman Cantiasa berkisah tentang sepak terjang Kopassus di luar negeri.

Tak main-main, ternyata Pasukan Khusus TNI AD itu rupanya sudah melanglang buana ke banyak negara menjalin kerjasama dan melakukan pelatihan.

"Apakah benar, Kopassus pernah diminta untuk melatih pasukan dari negara lain, boleh sedikit cerita atau sharing dengan kami bapak?," tanya seorang prajurit wanita dalam podcast tersebut.

"Jadi Kopassus ini, dulu pernah kita diminta untuk mendidik dan melatih pasukan-pasukan khusus dari luar negeri. Itu tahun 70-an itu, dari Malaysia, ya yang pertama.

Kemudian Kamboja, ya mereka langsung mengirimkan personilnya ke Pusdikasus Batu Jajar di Lembaga Pendidikan sana. Mereka ikut latihan Komando, ya kemudian kita didik mereka.

Kemudian, mereka kembali, dan bahkan Kamboja itu, mulai simbol baret, baju semua, itu menggunakan seragamnya Kopassus di Kamboja sana.

Karena bangganya dengan Kopassus mereka, dididik oleh tentara Indonesia. 

Kemudian, Brunei juga pernah minta dilatih mereka untuk latihan menembak.

Ya kita kirimkan personil kita untuk melatih mereka pasukan di sana. Jadi hubungan kerjasama dengan negara luar itu terbuka.

Dalam rangka untuk menjaga komunikasi silaturahmi pasukan khusus di luar negeri, gitu," jelas Danjen Kopassus seperti dikutip Zonajakarta.com.

Danjen Kopassus juga mengatakan bahwa Pasukan Baret Merah kerap ikut latihan bersama alias Latma dengan beberapa negara tetangga, seperti Singapura, Australia dan beberapa negara ASEAN.**


S: mantra Sukabumi

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel


Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel