Sosok Aoki Vera yang Sindir KPK dan Gubernur DKI, Sebut Om Kumis Dibalik OTT Nurdin Abdullah

MARTIRNEWS.COM -  Sosok Aoki Vera kembali bikin heboh. Video Aoki Vera yang dinilai membela Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beberapa hari te...


MARTIRNEWS.COM - Sosok Aoki Vera kembali bikin heboh.

Video Aoki Vera yang dinilai membela Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah beberapa hari terakhir viral. 

Apalagi dalam video tersebut, Aoki Vera sindir KPK dan menyebut ada 'Om Kumis' di balik operasi tangkap tangan ( OTT ) terhadap Nurdin Abdullah.

Banyak orang kemudian penasaran: siapa Aoki Vera?

Dikutip dari tribun-timur.com, tak sulit untuk menemukan jejak digital Aoki Vera.

Berdasarkan arsip berita Tribunnews.com pada akhir Desember 2020, dia disebutkan sebagai WNI yang tinggal di Jepang.

Getol menyuarakan isu keberagaman dan membela kelompok minoritas.

Aoki Vera dikenal sebagai pegiat media sosial sudah beberapa kali menjadi perhatian publik.

Memiliki channel YouTube dengan 121 ribu subscribers dan akun Instagram bernama @vera_aoki dengan 157 ribu followers.

Di bio akun Instagram-nya, dia menulis "lnterpreter, Guide.(tour rombongan ke Jepang, Medical Check Up di RS Jepang)."

Pada tahun 2020 lalu, ia bermasalah dengan Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana.

Aoki Vera dituding membuat fitnah terhadap Cellica Nurrachadiana.

Dia menyebut Cellica Nurrachadiana meminta secara paksa (memalak) di pabrik-pabrik di Karawang, Jawa Barat, agar menyumbang beras untuk disalurkan kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

Beras dari hasil pemalakan itu diberi gambar Cellica Nurrachadiana dan digunakan saat kampanye.

Dugaan fitnah itu disampaikan melalui rekaman video berdurasi 7 menit 28 detik yang disebarkan melalui WhatsApp dan Facebook.

Pada Januari 2020, Aoki Vera menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunggangi acara pembagian 17.800 butir telur oleh Yayasan Lions Club.

Pada acara itu, YLC membagikan telur untuk 1.100 warga Tanah Merah, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Acara itu diberi nama bakti sosial yang diselenggarakan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB).

Aoki Vera mengatakan jika Anies Baswedan tidak diundang hadir di acara itu, namun datang dan menggunakan acara itu untuk pencitraan dirinya.

Tuduhan kepada Anies Baswedan dia sampaikan melalui Facebook.

Sebelumnya, namanya santer diberitakan setelah menyampaikan penolakannya terhadap Ustadz Abdul Somad.

Melalui akun Facebook Aoki Vera Kurniawati, ia mengunggah video pernyataannya tersebut, Minggu (22/4/2018).

Vera juga menyampaikan keberatannya pada ceramah Ustadz Abdul Somad.

Aoki Vera juga pernah disebut ingin menjatuhkan nama baik Habib Rizieq Shihab, mantan Imam Besar FPI.

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @fuadbakh pada Senin (16/11/2020), sosok mirip Aoki Vera terekam tengah berbincang dengan seseorang yang belum diketahui identitasnya.

Kepada seseorang yang disebutnya 'Sayang' itu, Aoki Vera menyampaikan rencana jahat untuk menyerang Habib Rizieq Shihab melalui kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Dirinya bahkan menyebut nama Fahmi yang menurutnya merupakan panutan bagi para pembenci Habib Rizieq Shihab.

"Gini, kalo gua bilang. Kalo mau bikin reschedule acara, ikutin caranya Bang Fahmi. Sekali lagi, ikutin caranya Bang Fahmi. Kita jangan mau. Kita sama aja kayak kadrun. Itu satu," kata Aoki Vera dalam video.

Bela Nurdin Abdullah dan serang KPK

Diberitakan Tribun-Timur.com sebelumnya, viral di grup WhatsApp link atau tautan video berjudul "Ada apa dengan KPK..?" yang diunggah di channel YouTube Aoki Vera pada Senin (1/3/2021).

Video viral itu membahas soal Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah yang ditangkap petugas Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK karena diduga menerima suap atau gratifikasi senilai total Rp 5,4 miliar dari beberapa pengusaha dan kontraktor.

Nurdin Abdullah kini telah menjadi tersangka bersama dengan Sekretaris Dinas PU dan Tata Ruang Sulsel, Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Agung Sucipto adalah penyuap, sedangkan Edy Rahmat adalah perantara suap.

Dari OTT (operasi tangkap tangan) di Makassar, Sulsel, Jumat - Sabtu (26-27/2/2020) malam hingga dini hari, petugas KPK mengamankan barang bukti uang senilai Rp 2 miliar.

Nurdin Abdullah ditangkap di Rujab Gubernur Sulsel, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sabtu, pukul 02:00 Wita, saat dia sedang tidur.

"Tentang KPK yang lagi asyik bobo siang tiba-tiba loncat ke Sulsel OTT dengan drama. OTT-nya di mana? Yang ditangkap orang yang lagi tidur. Gitu kan?" kata Aoki Vera Kurniawati, sosok perempuan dalam video.

Aoki Vera menuding penangkapan Nurdin Abdullah adalah drama guna menjatuhkan gubernur usungan PDIP, PKS, dan PAN.

Dia menyebut ada sosok "Om Kumis" di balik drama itu karena Nurdin Abdullah susah diatur dan tidak mau menuruti permintaan.

"Sekarang, Pak Gubernur agak sedikit strength di saat ada permintaan 'taroh ini dong di sini, taroh ini dong di sini, taroh ini dong di sini'. Pak Gub tidak bisa mengiyakan orang tersebut. Akhirnya mau nggak mau, Pak Gubnya yang didepak keluar dengan drama OTT-nya, dimana yang ditangkap orang yang lagi tidur," tutur Aoki Vera.

Dia kemudian membandingkan penggunaan anggaran di Pemprov DKI Jakarta yang tak diusut KPK, padahal menurut dia, ada beberapa yang janggal.

Lalu menyoroti kinerja anggota TGUPP DKI Jakarta, Bambang Widjojanto sekaligus mantan Wakil Ketua KPK.

Bambang Widjojanto disebut telah menerima gaji lebih Rp 1 miliar selama menjadi anggota TGUPP, namun tak jelas kinerjanya.

Aoki Vera mengeritik Bambang Widjojanto setelah menyoroti korupsi di Sulsel saat Nurdin Abdullah ditangkap.

Sepanjang videonya, Aoki Vera banyak memuji Nurdin Abdullah yang dia sebut sedang mengebut pembangunan infrastruktur di Sulsel dan jago bahasa Jepang.

Namun, ada yang tak suka dengan Nurdin Abdullah sehingga dicarikan jalan agar segera lengser, kemudian digantikan oleh wakilnya, Andi Sudirman Sulaiman.

Dia menyebut ada skenario mengangkat Andi Amran Sulaiman, mantan Menteri Pertanian RI sekaligus kakak kandung Andi Sudirman Sulaiman, menjadi Wapres RI.

Skenario itu menurutnya, dimainkan "Om Kumis".

Entah siapa dimaksud dengan "Om Kumis".

"Jadi siapa pun yang susah disetir Om Kumis harus didepak ceritanya," kata Aoki Vera.

Kata dia lagi, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok termasuk yang dilengserkan "Om Kumis".

"Om Kumis menyutradarai agar BTP (Ahok) dipenjara," kata dia.

Sumber: tribunnews

Name

Berita,7158,Berits,1,Entertainment,18,Health,2,Internasional,208,Kisah,4,Kriminal,10,Nasional,6945,News,19,Opini,30,Pilihan Editor,118,Pilkada Jabar,3,Politik,3,Tekno,3,Turn Back Hoax,2,
ltr
item
Martir News: Sosok Aoki Vera yang Sindir KPK dan Gubernur DKI, Sebut Om Kumis Dibalik OTT Nurdin Abdullah
Sosok Aoki Vera yang Sindir KPK dan Gubernur DKI, Sebut Om Kumis Dibalik OTT Nurdin Abdullah
https://1.bp.blogspot.com/-pglCLRa8vPk/YD97vcxT0AI/AAAAAAAAReM/WIEmngumNqEbIRr4ylPhF1dp8nKEYPHMACLcBGAsYHQ/w640-h360/aoki-vera_youtuber.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-pglCLRa8vPk/YD97vcxT0AI/AAAAAAAAReM/WIEmngumNqEbIRr4ylPhF1dp8nKEYPHMACLcBGAsYHQ/s72-w640-c-h360/aoki-vera_youtuber.jpg
Martir News
https://www.martirnews.com/2021/03/sosok-aoki-vera-yang-sindir-kpk-dan.html
https://www.martirnews.com/
https://www.martirnews.com/
https://www.martirnews.com/2021/03/sosok-aoki-vera-yang-sindir-kpk-dan.html
true
218100392648765368
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content